Time is a companion that goes with us on a journey. It reminds us to cherish each moment, because it will never come again. What we leave behind is not as important as how we have lived…”
Begitu kata Captain Jean-Luc Picard, “Star Trek: Generation” – (actor Patrick Stewart)
Jadi inilah ceirta dari: “how I have Lived…”
August - 2005
Terdampar di negeri petro dollar, hobby saya adalah jalan-jalan dan saya pikir ada banyak cara untuk melakukan “jalan-jalan” atau yang dalam bahasa inggrisnya: traveling.
Dimulai dengan berangkat sendirian ke Arabian Gulf… bukan di Saudi loh. Tulisan ini saya buat dalam kesendirian saya di rantau, pengalaman, pengalaman, dan uneg-uneg dan semuanya tidak lepas dari pandangan saya sebagai orang Indonesia yang cinta pada Indonesia, disamping sedih dengan kondisi yang semakin ketinggalan dari negara-negara lain. Dengan berbagai pengalaman dan uneg-uneg ini saya berharap bahwa blog ini bisa membantu mereka yang ingin melakukan expatriasi, pndah dan bekerja di Luar Negeri.
Dengan bekerja di rantau ada banyak yang bisa dilakukan, termasuk penghasilan saya yang memungkinkan saya traveling ke tempat-tempa tyng berbeda selain pulang kampung. Pada photoblog saya, saya juga bercerita melalui gambar apa yang saya lihat tentang perjalanan saya. Bayangkan kalau saya tetap kerja di Indonesia, saya cuma akan jadi jago kandang dan tak mampu melihat dunia luar….
Maunya semua blog ini dibuat secara rutin seminggu sekali, atau minimal sebulan sekali. Tapi karena satu dan hal lain, rutinitas tak bisa terjamin.
Anyway, please drop a few lines as that might inspire me to write more….. I will really appreciate that.
















Apa kabar,
Seperti kontra produktif deh kalo ngomongin budaya dikaitkan dengan agama. Sudut pandang kita pasti yakin berbeda apalagi sama orang yang merasa ahli dibidang agama akhirnya kita disudutkan dengan logika mereka. Contohnya masalah poligamy ? coba cermati. kadang kita dilema. Karena kita tidak tahu banyak hukum takut sekali berbuat kesalahan, tapi orang yang tahu hukum tahu celah menghindari hukum ? so sama aja kan ?
Ustad di TV cerita panjang lebar seperti bapak kita yang tahu kita luar dalam he… he… he… tapi hal apa yang mereka bisa lakukan bagi bangsa…
Oh iya Nin, Ini jaya temennya Anita di Jakarta. Sudah inget kan.
Jaya, saya setuju, budaya dikaitkan dengan agama memang kontra produktif, tapi itulah kenyataan didalam society kita, terutama di timur…. sadar atau tidak sadar,kita cenderung mencampurkan antara budaya dengan agama.
Iya, kadang akhirnya saya berfikir amannya yaitu beragama cara bapak saya sudah terbukti sampai meninggalnya bapak saya ngga ada problem dengan kehidupan beragama dan bernegara, he…he…he. Kadang2 pengen memperdalam agama tapi kenyataannya? outputnya sekte yang dianggap sesat lho (lagi marak nih di Indonesia). Sampe saya berkesimpulan belajar agama itu ibarat dua buah pintu kembar toilet yang tidak ada sign systemnya (toilet laki dan perempuan), kita akan tahu setelah membuka dan memasukinya. Artinya semua tahu dari depannya tetapi kita akan tahu setelah memasukinya?
Kalo saya sih mending memperdalam agama dengan cara, tempat dan guru yang benar… banyak kok di Jakarta. Kalo kita pengennya nyari yang aneh aneh bin gampang… ya akhirnya bisa kejeblos pada aliran yang salah. Adalah lebih baik kalau azas negara berlandaskan pada agama. Pada jaman Rasulullah membuktikan Islam bisa berjaya kalau dijalankan dengan benar.
mbak asik ya bisa jalan2 ke luar negeri oya mbak aku mau ke yunani banyak tidak orang indonesia di sana lalu naktifitasnya apa aja orang indo di yunani mbak yunani negaranya aman ndak mbak makasih ya….
Hallo Yu!
Dikasih tau Ade ttg blog ini.. cool.
Ditunggu oleh2nya aja.. He3x.
Trims dah mampir ya Da… Kasih tau Ibu…krn Ibu suka kepengen tau cerita saya. Dah dibaca yang di “themodernnomad-ns.blogspot.com blom?
mba, kebetulan banget saya berencana ke yunani oktober ini abis lebaran. saya perempuan dan rencana mau pergi sendiran hehe.. kebetulan saya wartawan dan saya butuh informasi banyak nih dari Anda ttg athens. tinggal dimana, dll. bagaimana cara saya kontak mba ya? emailnya apa?
Hi Ning, Salam kenal!
) tentang keberadaan blogs yang dimiliki Indonesian overseas.
Saya terima pemeberitahuan dari webmaster (yang mana ya lupa
saya juga di Bahrain nih! kapan pindah ke Bahrain?
NIna,
terima kasih sudah mampir… salut untuk nina… yang dapat kesempatan untuk mengalami kehidupan diluar… selain duitnya lebih gede… ilmu juga nambah.. jangan lupa.. kalo ada kesempatan ajak-ajak yah…
salam kenal
hi nina..
thanks a lot for dropping by on my blog..:D
Sama dengan pikiran banyak orang, dan mungkin sudah kodratnya, kegiatan yang sangat saya senangi adalah jalan-jalan kenegeri orang, mungkin untuk menghilangkan kesan “katak dalam tempurung”, atau membuka mata hati dan pikiran kita, membuktikan apa yang tertera dalam alam, bahwa bumi itu luas, bahwa bahasa mereka berbeda, Terima kasih kunjungan dan koreksinya, sudah saya revisi. salam. Sigit (cryta.wordpress.com)
boleh saya link blog ini ya, infonya menarik, bahasa sederhana mudah dimengerti, dan info2 wisata bila kunjung kesana. salam
hayooo…. tetap semangat menulis ya, itung2 sharing ^^
live is just like reading a book, you have to get into the next page to finish it
Assalamu’alaikum,
Salam kenal, ini kunjungan saya yang pertama kali, semoga Mas NSuwarno berkenan silaturahim ke blog saya.
(Dewi Yana)
Hi Mbak Nin..
Salam kenal.
Saya senang sekali membaca blog Anda, terutama untuk cerita expatriat. Ceritanya menarik. Dan foto-fotonya tak kalah menarik. Saya juga pecinta fotografi, sama seperti Mbak Nin. Namun, hasil jepretan saya masih jauhhhhh dibawah foto2nya Mbak Nin. Perlu belajar lebih banyak.
Saya minta izin untuk follow blog nya ya
salam,
Nurul
http://nurulfitrilubis.wordpress.com/..
Salam kenal ya Nin…. Keep on posting!
silahkan di link blog ini. dan silahkan liat blog saya tentang travelling di the seasoned traveller, mungkin tertarik dengan yang ini juga…