Skip to content

Khamsin

Saya pikir tinggal di Indonesia banyak keuntungannya sebenarnya dari pada tinggal di Middle East. Paling tidak cuaca di Indonesia jauh lebih enak dari pada di Tanah Arab ini.

Memang, apabila kita memikirkan tentang hujan yang mengucur dengan derasnya dan kemudian di susul dengan banjir bandang lalu longsor… itu memang tidak menyenangkan. Tapi jangan salah musibah itu terjadi karena pengrusakan alam yang dilakukan oleh kita sendiri; bukan karena hujannya, tapi karena kita tidak melsetarikan alam kita sehingga terjadilah longsor itu yang membawa musibah macam-macam.

Di padang Arabia ini, iklimnya jauh berbeda dengan di Indonesia. Kalau di indonesia suhu udara rata-rata 28dC sampai 33dC setiap hari, pagi, siang dan malam, sepanjang tahun. Di Arabia ini mengenal Musim Dingin dan Musim Panas. Seperti di muat di Blog saya yang lain, musim dingin bisa mencapai 13dC pagi hari. Mungkin tidak seberapa dibandingkan dengan di Eropa. Dan mungkin hujan cuma turun satu kali selama musim itu berlangsung, tapi yang berbeda dengan Indonesia adalah badai pasir atau biasa di sebut khamsin.

Khamsin artinya badai pasir yang disertai dengan udara panas dan kering. Angin ini bertiup dari utara Afrika – Gurun pasir Sahara melintasi Mesir. biasanya mencapai Kawasan Teluk sekitar musim semi atau antara Maret – Mei. Tapi kenyataannya selama 3 tahun terakhir ini Badai ini menghembus Qatar di musim Dingin, antar bulan Desember sampai Februari.

Khamsin

Dimulai dengan kabut yang sangat tebal di pagi hari… tadinya saya kira ini karena udara yang dingin dan lembab, tapi kemudian ternyata itu karena debu yang diterbangkan oleh angin yang kuat… atau alias badai pasir.  Daya pandang cuma beberapa meter ke depan saja. Semakin siang, pada saat mata hari semakin kuat, daya pandang tetap saja cuma beberapa meter, tapi warna udara bukan lagi abu-abu seperti pagi hari, tapi menguning dan merah… Angin pun berhembus dengan keras dan suhu udara juga drop… bisa mencapai 10d C malah pagi ini mencapai 8dC yang mana sangat jarang terjadi di Qatar.

Untuk keluar rumah…. sebaiknya jangan, karena kita udara yang  dihirup sangat pekat dengan debu yang sangat halus…. jadi sebaiknya tinggal di dalam ruangan saja….

Tapi kalau kita mau mengkaji lebih jauh… inilah sebabnya orang Arab jaman dulu… pada saat masih tinggal di tenda-tenda, kostumnya dengan Gutra yang ditutupkan ke mukannya (untuk laki-laki) dan dengan Cadar untuk yang perempuan… tujuannya adalah untuk melindungi mereka dari cuaca yang ganas…. dan sampai sekarang pun pakaian tradisional ini masih valid untuk mereka yang tinggal di padang pasir… artinya pakaian tradisinal orang arab ini erat hubungannya dengan iklim setempat… dan sama sekali tak ada hubungannya dengan agama Islam…. cuma saja Islam lahir di Padang Pasir Arabia… yang terus di hubungkan dengan pakaian secara agama…

About these ads
Posted by Nin on 2008/01/08
2 Comments Post a comment
  1. 01/12/2008
    Taufik H.L.J

    Saya setuju, bahwa di Indonesia cuacanya sangat nyaman. Sayang dengan kondisi yang nyaman, tidak tumbuh positive behaviour dari banyak warganya. Banjir yang bertubi2 memang karena perusakan hutan yang tidak terkendali, di tambah di kota besar, karena pembuangan sampah yang tidak terkendali dari penghuni bantaran sungai terutama industri ditepi sungai tanpa ada. Di sekitar rumah saya lihat saluran yang tertutup tanah dibeberapa tempat, hingga air praktis tidak mengalir.
    Pada kedatangan saya yang ke 3 ke Oman saat ini, saya tidak siap dengan cuacanya yang cukup dingin tapi untunglah ‘masih’ 18C, seperti di Puncak saja sehingga tidak terlalu menggigil.
    Sayang saya belum ada kesempatan mampir ke tempat Nina. Beberapa teman kemarin berangkat ke Dubai untuk 2 hari. Beberapa dari mereka juga sudah sempat bertahun baru ke Dubai.
    Tapi 3 kali kesini saya juga belum lihat padang pasir, oasis dan … onta, ya. Malah saat ada kesempatan break, mereka bawa saya sight seeing ke … pantai. Jangan dibayangkan, akan lihat bikini disitu karena tetap para ladies dengan berpakaian tertutup sedang bercengkerama dengan kerabatnya.
    Malam ini saya terbang ke Abu Dhabi, dan langsung ke Jakarta.

    Reply
  2. 01/13/2008
    ninqtr

    Saya tunggu kedatangan Taufik di Doha… dan saya akan antar jalan-jalan ke padang pasirnya….
    Baca juga blog saya yang lain: http://themodernnomad-ns.blogspot.com

    Reply

Leave a comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Note: HTML is allowed. Your email address will never be published.

Comments Feed

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 235 other followers

%d bloggers like this: