The traveler sees what he sees the tourist sees what he has come to see –Gilbert K. Chesterton
Ada banyak cara untuk melakukan Traveling, atau bahasa indonesian adalah jalan-jalan, ada yang berupa kunjungan wisata, dan ada juga yang berupa setengah migrasi setengah wisata…. yaitu ber”wisata”dengan jangka panjang. Hal yang terakhir ini lah yang saya lakukan sekarang.
-
Paling tradisional dari Jalan-jalan adalah ber-wisata ke suatu tempat, untuk jangka waktu yang singkat saja, beberapa hari saja. Aktifitas utama tentunya mengunjungi tempat-tempat yang khusus disediakan untuk para wisatawan asing. Aktivitas lain yang adilakukan adalah berbelanja. Dengan cara berwisata seperti ini, kita hanya mengunjungi ruang tamunya saja, tanpa tau seluk beluk tradisi dan budaya local terlalu dalam. Kita pun tidak terlibat pada kebiasaan sehari-hari atau pun harus beradaptasi dengan kebiasaan local. Disini kita Cuma sebagai tamu saja.
- jalan-jalan sambil berbisnis – biasanya ini juga hanya dalam waktu singkat saja. Apa yang didapat dari “perjalan bisnis”seperti ini adalah melulu kepentingan bisnis, tanpa ada waktu untuk benar-benar berwisata menikmati jamuan local. Malah mungkin saja kita Cuma tau hotel dan tempat berlangsungnya transaksi bisnis.
- Jalan-jalan sambil belajar. Contohnya adalah kalau kita berdomisili di Jakarta dan kuliah di Bandung misalnya. Dengan cara ini kita mengenal kota lain, selain kota Jakarta. Dan karena lamanya tinggal di Bandung, mau tidak mau kita berinteraksi dengan penduduk setempat dan berbicara serta mungkin beradaptasi dengan kebiasaan local orang bandung. Contoh sederhana adalah kemampuan berbahasa sunda setelah beberapa tahun jadi mahasiswa di Bandung misalnya.
- jalan-jalan sambil bekerja, yang terakhir ini seperti jalan-jalan sambil belajar, hanya saja tekanan dan interaksi dengan kebiasaan local berbeda. Dalam bahasa inggris yang terakhir ini namanya bukan Tourist, tapi Expatriate. Kita bekerja di tempat ini sambil melakukan wisata setempat, dalam waktu yang panjang. Interaski kita dengan kebiasaan local lebih dalam, dibutuhkan adaptasi yang lebih banyak dari pada sekedar berwisata seperti point 1
Sikap kita pun untuk melakukan traveling bisa berbeda-beda. Bisa cuma melulu menikmati tempat yang kita kunjungi dan menghabiskan uang kita disana, bisa juga dengan memper-hatikan, mengamati, atau malah tinggal dan menjalani kehidupan lokal dari tempat tersebut. berikut ini cerita saya dari catatan perjalanan yang saya lakukan selama ini.
Sekarang ini jalan-jalan saya adalah sebagai expatriate, saya menjalaninya secara berbeda dengan turisme biasa.
Ini adalah negara-negara yang pernah saya kunjungi:
Cerita-cerita dan tip perjalanan saya di muat dalam Kategori
- Traveller’s Tale khusus pengalaman saya tentang traveling yang saya lakukan selama ini dan
- Traveller’s Tip untuk pengalaman saya mengurus dokumen perjalanan dan segala hal yang berhubungan dengan persiapan sebelum traveling
Ini adalah peta tempat-tempat yang pernah saya kunjungi:
- Buat peta perjalanan anda travel map atau travel blog
- Untuk info tentang perjalanan pada TripAdvisor
Ada peta perjalanan saya yang lain yang dilengkapi dengan foto-foto dari iMap
















Pingback: Ideal Job - Pekerjaan Ideal « The Seasoned Traveller
wah, situ sudah ke banyak negara dengan beda-beda kultur yah. nggak heran situ berwawasan luas
Trims tuk kunjungannya ya…. n kita akan cerita bareng…..