Skip to content

Posts from the ‘iBlog’ Category

Makan Caviar di Bandara Heathrow

13-05-12 Caviar-3Kami tiba di Bandara Heathrow lebih dari tiga jam terlalu cepat, maklum penginapan terakhir jaraknya 2½ jam dari bandara. Setelah melakukan wisata lokal ke Salisbury, kami memutuskan untuk membuang waktu di Bandara saja. Dan karena kami menggunakan Emirates Airline, terminal yang digunakan di Heathrow adalah terminal 3, khusus untuk maskapai penerbangan lain selain British Airways dan dengan tujuan arah barat dari Inggris. Terminal ini tidak besar, dan dengan banyaknya maskapai asing yang menggunakan terminal ini, menjadikan terminal ini penuh dengan calon penumpang yang menunggu. Pesawat kami baru akan berangkat pukul 8.40 malam sementara itu kami sudah tiba di bandara sekitar jam 5 sore. Menghabiskan waktu di bandara dengan melakukan window shopping di duty free area yang sangat kecil dibandingkan dengan pengalaman belanja di Dubai Mall seminggu sebelumnya, duty free shopping ini sama sekali tidak berarti. Menunggu makan malam yang diberikan di pesawat akan terlalu lama. Akhirnya kami memutuskan untuk makan di restauran yang bukan fast food, sekalian mengakhiri liburan ini dengan gaya.

macam-macam seafood

macam-macam seafood

Karena suami saya menyukai makanan laut, dan tertarik dengan seafood yang di pajang di etalase dari seafood bar yang berlokasi ditengah ruang tunggu terminal, kami lalu memutuskan untuk makan malam ringan di ‘seafood bar’ ini: ‘Caviar House & Prunier” Melihat dari lokasi dari seafood bar ini, sama sekali tidak eksotis, mirip tempat makan cepat saji (fast food) tapi cara menyajikannya sangat menarik. Saya lalu memutuskan untuk memesan makanan yang ‘agak’ eksotik :  ”signature menu” mereka: “Pourqoui Pas?”. Agak mahal memang, tapi kan kami mengakhirinya adengan GAYA.

'Sgnature Menu' mereka: 'Pourqouis Pas'

‘Sgnature Menu’ mereka: ‘Pourqouis Pas’

Tidak lupa kami juga memesan wine – white wine (anggur putih) sebagai minuman pelengkap untuk makan makanan laut.

3 tier tray, menyajikan caviar paling atas, ikan salmon mentah di tengah dan fish pate paling bawah

3 tier tray, menyajikan caviar paling atas, ikan salmon mentah di tengah dan fish pate paling bawah

Biasanya saya tidak begitu suka makan caviar – telur ikan, karena ini sangat amis, tapi ternyata cara makan caviar adalah dengan roti toast, bersama sejumput putih telur dan sejumput irisan bawang merah sebagai penyedap dan mengurangi rasa amis… hmmm rasanya bukan main, sedaap….

salmon mentah yang disajikan bersama irisan lemon, untuk mengurangi rasa amis

Salmon mentah yang disajikan bersama irisan lemon, untuk mengurangi rasa amis

Pengujung seafood bar yang lain melengkapi gaya makan mereka dengan champagne

Pengujung seafood bar yang lain melengkapi gaya makan mereka dengan champagne

Yang membedakan seafood bar ini tidak seperti tempat makan cepat saji atau restauran biasa adalah setelah makan kami di berikan coklat pencuci mulut sebagai komplemen dari seafood bar ini.

Coklat pencuci mulut

Coklat pencuci mulut

Yang kami tidak tau adalah bahwa di ‘darat’ restaurant ini adalah ‘speciality restaurant’ khusus makanan laut yang punya cabang di seluruh Eropa: “Caviar House & Prunier” memiliki seafood bar di banyak bandara di Eropa, Asia dan Australia, termasuk di Dubai dan Hongkong.

Ini alamat persisnya untuk Seafood Bar yang kami kunjungi:

chp-logo

Seafood Bar - London Heathrow – Terminal 3 LHR

Terminal 3 Airside London Heathrow Airport
TW6 1EB Hounslow, Middlesex
Phone: +44 (0)208 897 1332
info@caviarhouse-prunier.com

Jam buka: 6.30 – 21.30

Silahkan mencoba

Café Yogya di Budapest, Mungkinkah?

Wong Jogja????

Wong Jogja????

Jawabannya, mungkin! Dan memang benar-benar ada.

Pertama kali melihat papan namanya terpampang di Octóber 6 Utcában, atau mungkin artinya di Jalan October 6, saya agak bingung, mungkin saja ini adalah salah satu nama a-la bahasa Hungaria yang tidak termasuk dalam rumpun bahasa inggris atau Germanic ataupun Rusia seperti Negara-negara eropa yang lain. Apalagi papan nama café ini tidak ber’bau’ Indonesia ataupun Jogya sama sekali.

Cafe Yogya

Cafe Yogya di Octóber 6 Utcában, Budapest

Kamipun berjalan cepat melalui café tersebut, karena tujuan kami tidaklah berkunjung ke café. Segera setelah kami melewati café tersebut, rasa penarasan saya mengalahkan ketetapan hati saya, dan kami berjalan kembali meskipun hujan gerimis dan dingin. hanya untuk melihat apa yang dijual oleh café ini.

Walaupun cafe tersebut kecil saja, dan tidak banyak ornamen khas Indonesia, tapi ada sedikit-sedikit sentuhan dekorasi interior ala Indonesia, seperti Ganesha yang menjadi pajangan di ujung  bar.

Patung ganesha diatas counter

Patung ganesha diatas counter

dan kain batik yang memisahkan antara ruang tamu dan dapur, khas gaya ‘warung’ di Indonesia.

Tangga keruang makan di atas

Tangga keruang makan di atas

Menunya, ah ternyata ini benar-benar menjual culinary Indonesia, seperti lumpia yang saya pesan ini:

Vegetarian Lumpia (spring roll?)

Vegetarian Lumpia (spring roll?)

Dan makanan favorit saya dan yang sudah menjadi makanan universal di dunia, bukan cuma di Indonesia:

Cafe Yogya

Nasi Goreng + Telur mata sapi

Apalagi yang pedas…. hmm lumayan untuk menghangatkan tubuh yang kedinginan dari cuaca diluar…

Mereka bahkan punya Facebook Page nya Cafe Yogya, tapi sayangnya terakhir saya mengunjungi facebook pagenya, ada pemberitahuan bahwa Cafe ini tutup :(

Dari notification di Facebook, rupanya membuka restoran Indonesia/Yogya di Budapest ternyata tidak mudah….

Berarti itulah saat saya terakhir kali mengunjungi Cafe Yogya, dan kesempatan lain saya mengunjungi Budapest, mungkin tidak akan ketemu dengan restauran Indonesia lagi….

Apa itu Visa Schengen

20071014-GREECE-343

Wind Tower of Mykonos

Visa perjalanan bukan bagian menarik dari perjalanan itu sendiri, tapi untuk orang Indonesia, visa adalah bagian penting dari perjalanan itu sendiri selain passpor dan tiket. Tujuan wisata paling menarik adalah: Eropa. Sialnya mengurus visa ke Eropa tidak mudah, tapi ada positifnya dibalik itu semua: “Schengen Visa” – system visa gabungan untuk beberapa negara-negara eropa. Berikut ini ada beberapa point penting yang perlu diperhatikan tentang Schengen Visa:

Pertanyaannya adalah apa itu “Schengen visa? dan kawasan yang termasuk dalam Perjanjian Schengen? Wikipedia menjelaskan negara apa saja yang termasuk dalam perjanjian Schengen ini.

Schengen Agreement

Schengen Agreement (Photo credit: Wikipedia)

Yang perlu di perhatikan adalah bahwa negara-negara Uni Eropa tidak sama dengan negara-negara yang tergabung dalam perjanjian Schengen. Ada 26 negara yang termasuk dalam kawasan Schengen ini, termasuk diantaranya adalah Belanda, Perancis, Spanyol, Italia, Yunani, Jerman dan Swiss. Tidak termasuk dalam kawasan Schengen adalah Inggris dan Irlandia, tapi negara-negara Balkan, seperti Latvia, Estonia dan Lithuania termasuk dalam perjanjian Schengen ini, demikian juga Malta. Bulgaria dan Romania sedang dalam proses untuk menjadi bagian dan kawasan Schengen. Kita tunggu saja kabar lebih jauh.

Bagaimana cara kerja Schengen Visa ini? Biasanya Schengen visa di terbitkan untuk jangka waktu 6 bulan tetapi hanya boleh menetap disana selama 90 hari saja. Ini artinya anda boleh keluar masuk wilayah Schengen (biasanya visa adalah multiple entry) dalam periode 6 bulan dalam satu tahun.

Apa logikanya dibalik kebijakan mengunjungi 26 negara dalam 90 hari? Sederhana saja, seseorang melakukan perjalanan wisata tidak mungkin lebih dari 3 bulan, kecuali dia ingin melakukan kerja sambilan selama perjalanan wisata tersebut. Itu sebabnya negara-negara Schengen memberikan kemudahan untuk melakukan perjalanan dari negara ke negara tanpa perlu mengurus visa setiap kali pindah negara.

in Bruge

in Bruge

Bagaimana cara memperpanjang Visa Schengen?

Visa untuk jangka waktu tinggal yang lama misalnya kita ingin tinggal di Swedia (maksimum 1 tahun)  biasanya diproses di luar negara tersebut (normalnya di proses dari Indonesia). Pada saat kita memiliki visa tinggal untuk Swedia, maka otomatis kita memiliki visa untuk jalan-jalan ke negara-negara kawasan Schengen.  Demikian juga untuk memperpanjang visa; harus diurus di luar negara-negara Schengen.

Baca juga:

- Visa Untuk Orang Indonesia – updated

Visa untuk Orang Indonesia – updated

contoh visa on arrival RI

contoh visa on arrival RI 

Dengan dihapuskannya sistem pajak fiskal di Bandara bagi mereka yang ingin keluar negeri tahun 20xx, maka semakin banyak orang-orang Indonesia yang melakukan perjalanan ke Luar Negeri, baik itu perjalanan wisata atau perjalanan bisnis. Tapi surat perjalanan ke luar negeri ini tidak terbatas hanya masalah fiskal. Ada surat-surat lain yang harus di urus diluar tiket perjalanan pulang-pergi

  1. Memiliki “Passport” yang minimal berlaku selama 6 bulan. 
  2. Memiliki surat perjalanan untuk memasuki negara tersebut, yang disebut visa.

Seringkali yang jadi masalah adalah visa tersebut harus di proses terlebih dahulu sebelum berangkat, dan ini sering memakan waktu berhari-hari. Lebih sebal lagi sering kali dokumen yang harus disertakan bersama permohonan visa itu yang tidak kalah pentingnya. Tapi jangan kuatir, ada banyak negara yang memberikan kemudahan visa sehingga bagi yang doyan jalan-jalan ke manca-negara semakin banyak opsinya.

Seperti saya sebutkan di posting saya terdahulu (5 tahun yang lalu) dengan judul yang sama, posting ini adalah update dari posting tersebut, dengan informasi yang sedikit lebih detail. Berikut adalah update dari posting tersebut, dengan informasi yang lebih akurat, dan semua sudah di chek ulang sesuai dengan link yang bisa di click langsung:

ASIA:

  1. Brunei - BEBAS - untuk masa laku 14 hari
  2. Cambodia - BEBAS – untuk masa laku 30 hari
  3. Timor Leste- VOA – US $30.00 di bayarkan di perbatasan dan berlaku selama 30 hari
  4. Hong Kong - BEBAS
  5. India- VOA  - US $60.00 untuk masa laku 60 hari
  6. Iran – VOA – € 55.00 untuk masa berlaku 2 minggu dan masuk melalui 6 pintu perbatasan saja
  7. Jordan – VOA – US $30.00 untuk masa berlaku 1 bulan
  8. Kyrgyzstan- VOA khusus untuk negara-negara dimana Kyrgystan tidak memiliki perwakilan (termasuk disini adalah Indonesia) – US $30.-
  9. Laos - BEBAS –  untuk masa berlaku 30 hari
  10. Macao – BEBAS –  untuk masa berlaku 30 hari
  11. Malaysia – BEBAS –  untuk masa berlaku 1 bulan
  12. Maldives – BEBAS – untuk masa berlaku 1 bulan
  13. Nepal- VOA –  untuk masa laku 150 hari dalam satu tahun fiskal
  14. Oman- VOA – $ 50.00 untuk masa berlaku 1 bulan
  15. Pakistan- VOA –  hanya untuk keperluan bisnis saja.
  16. Philippines- BEBAS – masa berlaku 21 hari
  17. China- VOA – hanya berlaku untuk perjalanan ke Propinsi Hainan dan di organisir oleh agen perjalanan
  18. Singapore - BEBAS
  19. Sri Lanka- VOA US $27.00berlaku selama 3 bulan
  20. Taiwan - BEBAS, berlaku selama 90 hari dengan kondisi apabila anda memiliki visa yang masih berlaku minimal selama 6 bulan atau residence permit dari negara-negara: Inggris, AS, Jepang,  Australia, New Zealand dan Schengen
  21. Tajikistan- VOA – Visa ini bisa diperoleh di bandara Dushanbe dengan menunjukkan surat undangan (dari hotel atau sponsor lokal). Biaya US $ 45.00 untuk masa berlaku 1 minggu.
  22. Thailand – BEBAS –  untuk masa berlaku 30 hari
  23. Vietnam – BEBAS - untuk masa berlaku 30 hari

OCEANIA

  1. Cook Island – BEBAS. selama 31 hari
  2. Fiji - VOA – FJ$ 96.00 untuk satu kali masuk, dan berlaku selama 3 bulan sejak diterbitkannya visa tersebut
  3. Niue - VOA – berlaku selama 30 hari
  4. Palau -BEBAS selama 3 bulan pertama, dan perpanjangan sesudah itu dikenakan biaya
  5. Papua New Guinea - VOA
  6. Samoa - BEBAS – untuk masa berlaku 30 hari
  7. Tuvalu - BEBAS – untuk masa berlaku antar 30 hari  sampai dengan 3 bulan

AFRIKA

  1. Cape Verde – VOA - € 40.00
  2. Comoros - VOA – US$ 100.00 untuk masa berlaku 2 minggu
  3. Ethiopia – VOA – US$ 20.00 untuk masa berlaku 30 hari
  4. Kenya - VOA – US$ 100.00 untuk masa berlaku 3 bulan
  5. Madagascar - VOA – US$ 15.00 untuk masa berlaku maksimum 3 bulan
  6. Morocco- BEBAS dan berlaku selama 3 bulan
  7. Seychelles- BEBAS dan berlaku selama 1 bulan
  8. Tanzania - VOA US 50.00 untuk masa berlaku selama 3 bulan
  9. Zimbabwe - VOA  US 30.00 untuk sekali kedatangan dan berlaku selama

AMERIKA

  1. Bermuda- BEBAS
  2. Chile- BEBAS – untuk masa berlaku 90 hari
  3. Colombia- BEBAS- untuk masa berlaku 90 hari
  4. Ecuador- BEBAS – untuk masa berlaku 90 hari
  5. Haiti- BEBAS
  6. Peru - BEBAS – untuk masa berlaku 183 hari

EROPA

  1. Albania – BEBAS – hanya untuk pemegang Schengen Visa
  2. Andora – BEBAS -
  3. Belarus - VOA – hanya diberlakukan apabila di negara asal tidak ada consul/keduataan Belarus
  4. Georgia – BEBAS – hanya untuk pemegang Residence Permit di negara-negara: AS, Lithuania, Swiss, Jerman, Korea, Republic Ceko, Hungaria, Polandia, Slovenia, Denmark, Norwegia, Swedia, Spanyol, Bulgaria, Slovakia, Romania, Estonia, Latvia, Qatar, Sultanate of Oman, Bahrain dan Kuwait dan berlaku selama 360 hari.
  5. Turkey - VOA – US$ 25.00 untuk masa waktu 30 hari

Total ada 50 negara yang bebas visa dan VOA (Visa On Arrival).

Yang dimaksud dengan visa on arrival adalah kita tidak perlu mengurus visa terlebih dahulu di kedutaan negara yang bersangkutan di Indonesia, tapi bisa langsung datang kesana dengan membawa passpor yang berlaku minimal 6 bulan dan uang secukupnya untuk membeli visa tersebut di pelabuhan udara atau titik embarkasi dari negara

  • Informasi tentang keputusan bilateral antar Indonesia dengan negara-negara: Brunei, Cambodia, Hong Kong, Laos, Macau, Malaysia, Myanmar, Philippines, Singapore, Thailand, Vietnam, Morocco, Chile, Equador, dan Peru bisa dilihat dari surat  PenPres No. 42/2011
  • Sumber informasi lain tentang perlu tidaknya visa bisa di lihat di link ini

Disclaimer: data diatas sudah di survey dan adalah akurat pada saat post in di terbitkan. Tetapi karena peraturan dari tiap negara tersebut diatas adalah di luar pengawasan saya, maka, ada baiknya apabila anda mengecek ulang.

Selamat merencanakan perjalanan anda

Media Sosial, perlukah?

networking icons

Banyak komentar yang dilakukan orang terhadap mereka yang keranjingan sosial networking, terlepas dari itu sekedar memiliki profile Facebook , lalu Twitter atau bahkan blog yang lebih sulit dari Facebook. Pertanyaannya adalah: ‘apa perlu?’ terutama untuk mereka yang sudah setengah baya seperti saya ini.

Jangan lupa, sebagai manusia sosial kita semua punya naluri untuk mengekspresikan diri dan berkomunikasi, berbagi cerita. Penemu Facebook, Mark Zuckerberg, sangat peka akan hal ini. Itu sebabnya, menurut saya: Media Sosial itu PERLU, dan malah saya anggap penting.

Ini kronologi saya pertama kali membuka komunikasi virtual melalui jejaring internet:
1. Saya membuka akun Flickr, yang merupakan kumpulan foto-foto keluarga yang ditinggal (saya pindah ke Doha, Qatar); maklum waktu itu belum ada Facebook, maksudnya meskipun ‘jauh dimata, tapi saya tetap bisa melihat mereka’.
2. Dari koleksi foto kemudian berkembang menjadi cerita yang saya expresikan dalam bentuk Blog, maksudnya adalah supaya keluarga yang saya tinggal mengetahui apa yang terjadi pada diri saya.
4. Kemudian Facebook muncul dan dengan cepat menjadi trend. Sayapun membuka akun Facebook dan kemudian Ninstravelog Lenscape Photography, dengan harapan cerita saya bisa semakin menjangkau lebih banyak teman dan keluarga yang ditinggal, dan mendapatkan
5. Dari Facebook saya lalu memiliki profile di media yang lainnya, seperti Twitter, Foursquare, Instagram, Tumblr dan masih terbuka untuk terus bertambah.

Dengan memiliki banyak akun di berbagai sosial media, bukan berarti saya ingin pamer dan cuma saya saja yang ingin bercerita. Semua media sosial itu adalah interaktif; “Saya bercerita, anda mendengarkan dan berkomentar” sehingga mereka yang ditinggalpun bisa berkomunikasi melalui ‘social media’ tersebut dengan berbagai cara.

Apa hasil dari usaha saya tersebut?
1. Flickr: tidak ada respons, media ini kemudian menjadi tempat saya menyimpan koleksi foto saya tanpa ada yang peduli. Bahkan adik saya yang seyogyanya juga seorang Photography enthusiast, dia tidak peduli untuk melihat apalagi memberi komentar pada hasil jretan saya.
2. Blog saya berkembang dari mulainya hanya tulisan melulu, sekarang menjadi cerita dan foto-fotonya, harapan saya untuk menjangkau keluarga, relasi, teman dekat dan teman dari teman mungking, tidak pernah tercapai. Dari dua adik saya, hanya satu yang cukup ‘rajin’ berkomentar – dari hampir 300 post, dia berkomentar pada sekitar 20 diantaranya.
3. Facebook mungkin memiliki ranting sukses yang lebih baik. Saya memiliki ‘friend’ lebih dari 300 orang dan masih ada kemungkinan bertambah. Saya memang tidak banyak mempublikasikan komentar yang provokatif dan memberikan respons yang meledak. Tapi saya cukup banyak memberi komentar pada orang dan melihat profile keluarga/relasi/teman dan melihat kabar mereka. Terus terang hasilnya tidak cukup membuat saya sibuk dengan Facebook. Salah satu adik saya memiliki lebih dari 1200 orang yang membuatnya terlalu sibuk dengan teman2 nya, tidak akan punya waktu untuk kakaknya, Adik ya yang lain, anti sosial, temannya tidak lebih dari 50 orang.
4. Nasib akun sosial media saya yang lain, seperti Twitter, Foursquare, Tumblr, Instagram, 500px dll, tidak ada yang seberhasil seperti Facebook memang, tapi saya tetap berceloteh melalui media foto, media blog, dan bahkan melalui geotagging media, seperti Foursquare, Flickr dan Foodspotting.

Kenyataan yang sebenarnya:
Dari ratusan cerita dan foto yang saya upload melalui media sosial, rasanya tidak semua dibaca oleh orang yang saya tuju; meskipun begitu, saya tetap menulis dan berceloteh. Apabila terjadi sesuatu dengan saya, dan mereka yang ditinggal kehilangan jejak saya, sosial media ini legacy saya; jangan salahkan saya dan mengatakan saya tidak pernah bercerita….

Nama Belakang

Untuk kebanyakan orang Indonesia, terutama orang Jawa, kalimat “apalah arti sebuah nama?” benar-benar berlaku seperti itu. Di Indonesia pada umumnya: tidak penting nama seseorang itu salah ejaannya, atau apakah dia memiliki satu nama saja atau tiga nama misalnya; nama belakangpun atau nama keluarga, tidak begitu penting, kecuali untuk beberapa suku, misalnya Batak, Menado, Maluku; suku yang lain menganggapnya tidak penting dan malah mungkin tidak perlu, Nurul menganggapnya begitu

Nama ini menjadi identitas diri yang kemudian dipakai di segala macam institusi dimana kita ingin bergabung dan terdaftar; dari mulai sesederhana seperti KTP, Passport, Bank Account, sampai dengan Facebook.

Indonesia adalah satu-satunya negara yang tidak mengenal konsep nama belakang. Diluar Indonesia, nama itu menjadi penting; dari mulai ejaan nama, sampai dengan nama belakang dan bahkan kadang-kadang ‘Middle Name’. Lalu bagaimana apabila kita ingin bepergian ke luar negeri? Pengalaman saya sebagian expat, banyak negara-negara tujuan mempertanyakan nama belakang ini. Akibatnya ada surat khusus yang harus di keluarkan olaeh pemerintah indonesia. Pertanyaannya sekarang nama belakang apa yang mau dipakai? Nama ayah? (yang kadang cuma satu nama saja), atau nama keluarga?

Seorang teman expat Indonesia terpaksa menunda keberangkatannya untuk bekerja di luar negeri melullu karena kasus namanya di passport cuma satu. Begitu juga seorang teman expat yang lain, visa istrinya untuk berkunjung ke Qatar sempat tidak bisa di proses karena namanya cuma satu.

Sialnya imigrasi di Indonesia sudah terbiasa dengan kasus ini, yang kemudian menambahkan nama belakang sesukanya, apakah itu pengulangan nama orang tersebut, atau nama panggilan salah satu orang tuanya.

Pada jaman pemerintahan Presiden Sukarno, beliau mengharuskan seseorang memiliki nama belakang dan itu di cerminkan dengan memberi nama anak-anaknya, misalnya: Megawati Sukarnoputra. Sayangnya kebijaksanaan ini tidak dilanjutkan oleh Presiden penerusnya – mungkin karena Suharto cuma punya satu nama saja. Sialnya lagi tidak ada aturan baku dari pemerintah Indonesia dalam hal nama belakang ini, padahal dengan adanya nama belakang ini memudahkan Pemerintah dalam menelusuri identitas, dan keturunan seseorang; muda Saka melakukan sensus dan masih banyak keuntungan lainnya. Wikipedia Indonesia menjelaskan sistem penamaan nama belakang yang umum dipakai di Indonesia

Informasi Umroh Lewat Darat

Movenpick Hotel di Medinah

Saudi Arabia tidak mengenal “turisme” sama sekali. Tapi bukan berarti negara ini pantang di kunjungi; ada beberapa cara untuk berkunjung ke Saudi Arabia:

  • Yang paling populer cara orang mengunjungi Saudi adalah dengan menunaikan ibadah Haji. Jalurnya sudah sangat standard yang ditetapkan sejak jaman Nabi Muhammad SWT, dan obyek wisata yang boleh di kunjungi adalah yang sudah ditetapkan oleh Beliau.
  • Sesudah itu adalah Ibadah Haji kecil, atau dengan kata lain Umroh. Dan obyek wisata yang dikunjungi juga standard.

Padahal jaman sekarang banyak orang yang mencari alternatif lain dan istilahnya adalah: ‘Off the beaten track” – jadi bagaimana mengunjungi Saudi dengan jalur yang unorthodox ini? …. TIDAK MUNGKIN! Sisi lain dari Saudi tidak boleh dilihat oleh awam… artinya sangat tertutup. Mereka tidak senang untuk di ‘tonton’ oleh orang asing!

Cara menunaikan ibadah Haji dan Umroh dari Indonesia sudah sangat standard. Datang saja ke agen perjalanan untuk ibadah yang diatas itu, maka mereka akan mengurus semuanya…. Dari mulai pengajian persiapan sampai pulang kembali ke tanah air. Lalu bagaimana dengan orang indonesia yang dirantau? Seperti mereka-mereka yang bekerja di negara tentangga Saudi?

Ini yang menarik untuk saya…. Karena Ibadah Umroh atau Haji bisa di tempuh lewat jalan darat, tidak Cuma Terbang – datang ke Saudi dengan pesawat.

Berikut ini catatan teman saya Uyok, yang sudah menunaikan ibadah Umroh nya dari Qatar dengan rombongan Indonesia:

Ada 3 Hamlah yag selalu ada orang Indonesianya untuk umroh , berdasarakan jumlh orang indonya yg terbanyak sbb :

  1. Hamlah Doha Transpot, paket Umroh biasa, sekitar QR.1000,- ; VIP, QR.1500,-.Orang Indonesia yang bisa di hubungi: Ustad Nizam , mobile No. 55279159 – tentu saja ini No. Qatar.
  2. Hamlah Labbaik , kantornya di sebelah Family Food Center, Jl. al Nasser lt-2, ada paket bus regular tarifnya sekitar QR.1200,- ada juga paket mobil minibus, max 7 orang. Orang Indonesia yang bisa di hubungi: Ustad Nizam , mobile No. 55279159.
  3. Hamlah Haramain, paketnya yg biasa QR.1200,-; VIP QR.2500,- . Saya kemaren pake paket VIPnya. Contact person : Mr Ali, mobile No. 30199393.

Yg bisa saya cerita ya Hamlah Haramain , dengan QR.2500/orang, sudah termasuk :

  • Mekkah : 5 malam tinggal di hotel bintang 5 (Hotel Al bayat) tepat di depan Masjidil Haram, sudah termasuk sarapan.
  • Medinah : 2 malam tinggal di hotel bintang 5 (Hotel Movenpick) , tepat di depan Masjid Nabawi, sudah termasuk sarapan
  • Visa Umroh ( QR.250,- )
  • Selama perjalanan di bus dpt minum/softdrink.buah2 – gratis.
  • Dapat 2 kali sholat jumat ( di Mekkah & Madinnah )

Kekurangan nya :

  • Duduk di bus tidak diatur, jadi siapa dateng duluan bisa milih depan
  • Tidak ada pembimbing selama menjalankan ibadah.
  • Keberangkatan bus ‘molor’, karena menunggu sampe semua penumpang kumpul.
  • Paket tournya sangat standard, tidak ada tour ketempat2 bersejarah .
Catatan tambahan:
  1. Dari cerita temen2 lain, paling populer digunaka oleh orang Indonesia adalah dari Hamlah Labbaik dengan mobil kecil/minibus, karena:
    • Rombongan maximum 7 orang, cocok untuk 2 keluarga
    • Paket tour bisa fleksibel, Karena harga sewa mobil dengan rute Doha-Mekah-Medinah-Doha sekitar QR.4500.
    • Door to door service, artinya, Dijemput dan diantar kembali sampai depan rumah
    • Hotel bisa pilih sendiri dan lama perjalanannya juga bisa di tentukan sendiri, mau diurusin hamlah Labbaik juga bisa.
    • Sopirnya semua orang Indonesia .
    • Visa QR.250,- per orang.
  2. Selama di Makkah saya merekomendasi untuk menghubungi : Ustad Syafei HP +966 554 287 012 apabila ingin diantar untuk:
    • Bimbingan Umroh.
    • Tour keliling Mekkah, atau
    • Cari oleh-oleh.

Ustad Syafei ini sangat saya recommendasi untuk dihubungi, karena orangnya juga sangat baik. Untuk Umroh saya ini saya juga memakai jasa beliau tidak Cuma di Mekkah saja, tapi juga Tour ke Jeddah, KSAR. 400,- untuk 4 keluarga dengan menggunakan Toyota (minibus) isi dengan kapasitas 12 orang.

Siapa yang berminat ‘mencoba’ untuk melakukan Umroh lewat darat silahkan menghubungi Hamlah pilihan. Saya sendiri belum mencobanya… sepertinya asyik juga tuh petualangannya.

Terima kasih untuk Uyok Haryono yang sudah berbagi cerita tentang Umrohnya dengan keluarga

Berwisata dengan “Exodus Travel”

 Apa rasanya melakukan perjalanan wisata dengan agen perjalanan dan dengan “escorted tour“  – atau begitulah istilahnya untuk wisata dengan menggunakan “pemandu wisata”. Terus terang idea melakukan perjalanan wisata dengan escorted tour tidak begitu menarik untuk saya, karena ini tentunya kurang tantangan.

 ESCORTED TRAVEL:

Tapi kali ini saya atau tepatnya kami (saya dan suami) memutuskan untuk mengikuti tour ini atas rekomendasi teman di kantor. Alasan kami untuk akhirnya memutuskan ikut dengan tour seperti ini adalah:

  1. Read more…
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 206 other followers

%d bloggers like this: