comments 9

Visa Ke Eropa


Nikmatnya jadi expat dan jadi bujangan adalah kita bisa bepergian setiap saat tanpa harus ngurusin tetek bengek urusan keluarga. Tinggal angkat koper lalu cabut! Dan ini sudah saya lakukan selama 2 tahun ini hidup sebagai expat…. Yang penting mungkin adalah bagaimana kita merencanakan liburan kita dalam tahun itu, supaya tidak terlalu dekat satu sama lain. Jadi perusahaan tidak menganggap saya bekerja hanya untuk main-main, karena setiap saat pergi jalan-jalan keluar negeri. Trik lain adalah untuk pergi berlibur dengan mengkombinasikan libur national yang ada.

Seperti tahun lalu, libur lebaran kali ini pun saya pergi berlibur, dan sekarang pergi ke Yunani. Bersama dengan seorang teman dari kantor, yang berkebangsaan Inggris. Agak bertentangan dengan komentar saya diatas, jadi expatriate Indonesia, ternyata tidak segampang jadi expat bule, atau expat Inggris, seperti teman perjalanan saya ini. Dia benar-benar tinggal angkat koper saja, tanpa harus berpikir tentang tetek bengek urusan dokumen perjalanan seperti saya.

Untuk pergi ke Yunani ini saya harus mengurus visa masuk ke negara-negara schengen (14 negara-negara eropa yang tergabung dalam satu sistem diplomatik, yang memungkinkan saya untuk berkunjung ke berbagai negara di eropa tanpa harus mengurus visa untuk setiap negara). Peraturannya adalah saya harus meminta visa ke kedutaan dari negara yang dituju. Jadi idealnya adalah saya harus minta visa ke kedutaan Yunani di Qatar. Sialnya tak ada kedutaan Yunani di Qatar.

Lebih dari satu bulan sebelum ke berangakatan saya ke Yunani, saya sudah mulai memproses segala urusan dokumen perjalanan. Berikut cerita saya susahnya mengurus dokumen perjalanan:

  1. Karena paspor saya sudah penuh halamannya, saya harus memperbaharuinya melalui kedutaan besar Indonesia di Qatar. Menurut aturan yang ada di kedutaan Indonesia, untuk memperbaharui paspor dibutuhkan waktu 4 hari… (saya maklum untuk yang ini, karena kedutaan indonesia super sibuk mengurusi para pembantu TKI yang sering kali memusingkan) meskipun sebenarnya untuk memperbaharui paspor tidak perlu selama ini. Belakangan saya baru memperoleh paspor baru saya kembali setelah 10 hari! Aneh ini, mengapa urusan dengan negara sendiri kok tidak efisien???!!!
  2. Selesai urusan paspor adalah memperpanjang visa kerja saya yang sudah hampir habis. Persyaratan untuk meminta visa Schengen dari Qatar adalah ijin tinggal saya di Qatar minimal harus berlaku 6 bulan lebih. Karena ijin tinggal saya hampir habis, (tinggal tiga bulan) saya harus memperbaharuinya dan tercantum dalam paspor baru saya. Ini cuma butuh waktu kurang dari satu minggu… Rupanya negara Qatar lebih efisien dari negara Indonesia….
  3. Meminta surat rekomendasi dari perusahaan tempat saya bekerja, yang menyatakan besarnya gaji saya dan bahwa saya datang ke Yunani untuk berlibur dan akan kembali bertugas di perusahaan tersebut sekembalinya saya dari liburan ini. Supaya negara-negara eropa itu yakin bahwa saya tidak datang ke Eropa mencari pekerjaan, berimigrasi atau yang lainnya.
  4. Menyertakan fotocopy rekening koran dari bank saya selama 6 bulan terakhir…. Saya tak tau persis alasannya, kayaknya ini berhubungan dengan besarnya gaji saya, tapi tetap aneh juga….
  5. Menyertakan fotocopy booking hotel/surat rekomendasi dari tempat saya tinggal selama di negara-negara schengen tersebut. Artinya booking hotel harus sudah dilakukan sebelumnya.
  6. Menyertakan fotocopy ticket pesawat pulang pergi. Juga sebagai bukti bahwa saya tidak akan tinggal dan mungkin menghilang di belantara Eropa.
  7. Memberikan fotocopy asuransi perjalanan, yang menyatakan bahwa saya di asuransikan selama perjalanan tersebut yang senilai minimal US$ 300 000.- Ini artinya harus membeli asuransi untuk seminggu lamanya seharga QR 65.-
  8. Tentu tidak lupa paspor foto…
  9. Sesudah semua lengkap, saya datang ke kedutaan Perancis yang menangani urusan diplomatik Yunani di Qatar untuk memproses visa tersebut dan membayar 300 Riyal!!! atau sama dengan Rp. 750 000,- Dan menunggu untuk 2 minggu.

Kalau saya berpikir semua diatas, dan membandingkan dengan teman traveling saya, alangkah sulitnya jadi warga negara dunia ke tiga. Biaya untuk jalan-jalan yang diberlakukan oleh negara-negara eropa yang penduduknya lebih kaya koq lebih mahal untuk negara-negara berkembang? Kita harus bayar sebanyak itu untuk jalan-jalan, sementara itu mereka tak perlu bayar sepeserpun!!! Ini menurut saya sama sekali Tidak adil!!!

Lihat juga tentang negara yang memberikan visa untuk orang Indonesia dengan cuma-cuma….

Filed under: iJournal, Travel Resources

About the Author

Posted by

I used to live as an expat and travel around the Middle East. After 10 years working in the Arabian Gulf I am now retired and living in the UK with my British husband but still retain my interests of further travels and exploring new horizons in Europe.

9 Comments

  1. kalau jalan jalan ke benteng alamut, cerita-cerita ya….
    masalah visa mahal dlsb memang tidak adil, tapi ya mana ada keadilan sejati di dunia ini he he he

    good luck and have a thrilling travel experiences.

    Like

  2. Jaya di Kusumah

    Oh ya, kita pernah prospek sam aAnita ke Malingping untu eco tourism. Anita sudah sounding ke Nina ? Kayanya sih seru, menarik deh.

    Like

  3. bram

    Yah… paling tidak kamu jauh lebih beruntung di bandingkan dengan nasib rakyat indonesia yang lain…. yang untuk makan aja susah setengah mati.

    Like

  4. yogie

    kita bahkan harus baya fiskal senilai SATU JUTA, buat keluar negeri sendiri. sementara orang asing cuma bayar US$ 30 untuk masuk pake Visa on Arrival.

    Like

  5. Pingback: GREECE-2007 « Ini cerita saya,

  6. DAAM

    sepertinya memang harus “sabar” untuk hal ini, ane aja mau ke London dan “ribet”juga ngurusnya. untungnya ada teman yang mau membantu. ini liburan pertama ane ke London, enaknya disana liat apa yah???

    Like

  7. Handi Pranata

    coba bandingkan dengan warga negara Malaysia yang tidak perlu visa untuk ke Eropa dan ke 120 negara lainnya di dunia…. Indonesia ketinggalan banget. Tapi anehnya banyak dari kita yang masih merasa satu level dengan Mayasia…. menurut gua sih kita sudah di bawah mereka dari semua sisi…sisi ekonomi, keamanan, dll. Gimana nih…..

    Like

I love to hear from you...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s