comment 0

Diskusi Tentang Kulinari

Traveling atau jalan-jalan memungkinkan kita tak hanya melihat-lihat tempat baru, tapi juga menikmati makanannya. Itu sebabnya ada buku traveling tentang kulinari setempat. Dan saya tetap percaya bahwa bagian dari explorasi dan adventure kita adalah mencicipi berbagai makanan setempat dan mungkin saja bagaimana mereka menterjemahkan masakan internasional menjadi menu local.

Kemungkinan saya untuk bersosialisasi dengan penduduk setempat yang sangat terbatas, menjadikan saya harus mencicipi makanan local melalui restaurant setempat. Atau memanfaatkan kesempatan acara makan-makan perusahaan di hotel yang juga menyajikan menu local. Tahun ini, kantor kami, mengadakan acara Buka Puasa bersama – Iftar Buffet di Ramada Plaza. Ini acara tahunan. Tahun lalu acara ini hanya di adakan untuk pegawai yang muslim saja. Sayangnya saya tak bisa datang.

Dari undangan Iftar Buffet, diskusi di kantor kemudian berkisar tentang makanan ini. Dan karena teman sekantor adalah bukan orang lokal (qatar) dan juga bukan orang Arab – mereka orang Malaysia keturunan Tionghoa, dan orang Amerika keturunan Itali – tak bisa di hindari bahwa mereka lalu membandingkan dengan budaya kulinari kultur mereka, yaitu makanan cina dan makanan itali.

Mereka sangat bangga dengan makanan lokal mereka yang sangat terkenal itu, dan lalu membandingkannya dengan makanan yang akan mungkin disajikan di hotel tersebut serta membandingkannya dengan acara makan-makan yang di adakan sebelumya (bukan iftar buffet) di hotel yang berbeda. Untuk persiapan makan-makan dan menghindari kemungkinan yang tak diinginkan, rencananya mereka akan makan terlebih dahulu di rumah supaya tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan dengan perut mereka pada saat acara iftar buffet ini….

Wah, lalu apa maksudnya, jauh-jauh datang ke Middle East lalu tak mau mencicipi kulinari local? Padahal disinilah bedanya, pengalaman memakan jenis makanan yang berbeda, dengan segala efek sampingnya…. Dengan begini kan kita bisa cerita tentang makanan lokal dan resikonya (kalo mungkin ada….) Karena kalo tak mencicipi yang seperti ini lalu apa yang mau di ceritain dong….? Layaknya jauh-jauh dateng ke negeri seberang, yang dimakan Cuma nasi padang melulu!

Filed under: Expat Archive, iJournal

About the Author

Posted by

I used to live as an expat and travel around the Middle East. After 10 years working in the Arabian Gulf I am now retired and living in the UK with my British husband but still retain my interests of further travels and exploring new horizons in Europe.

I love to hear from you...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s