comments 3

Greece-2007

AchropolisKe Athens via Dubai

Seperti tahun lalu, liburan lebaran dan digabung dengan beberapa hari cuti, kami cepat-cepat memanfaatkannya. Jangan salah ini adalah hasil kerja keras dan merasakan ketidak adilan jadi orang Indonesia yang saya alami untuk mencari visanya, (baca Visa Ke Eropa) kali ini ke Yunani.Mengapa saya memilih Yunani? Ini melulu karena Yunani bukan negara Islam dan tidak mengalami hiruk pikuknya suasana Ramadhan Break seperti yang di alami di negara-negara Arabia. Hal lain yang menjadi alasan adalah bahwa Yunani tidak jauh dari Qatar, sehingga perjalanan pesawat terbang tidak begitu lama, cuma 4 jam saja, tapi suasana sudah berbeda.Hari terakhir kerja di kantor sebelum liburan adalah hari Kamis. Maunya sih langsung saja, hari itu juga kami kabur sudah ada di pesawat. Sayangnya Emirates Airlines yang mengantarkan kami ke Yunani hanya terbang Subuh dini hari jam 3.45 meninggalkan Doha, menuju Dubai dan Athena. Tiba di Atena sekitar pukul 2.00 siang.Berbeda dengan perjalanan tahun lalu, kali ini kami melakukan semua booking melalui internet. Salah satu website tentang Yunani dan Greece mengatakan untuk menghubungi “Fantasy Travel,”agen perjalanan lokal untuk seluruh rencana perjalanan ini. Mereka mengatur semuanya, begitu kami tiba di Bandara Athena, sampai meninggalkan Athena. Dari mulai transfer dari Bandar ke Hotel, dari Hotel ke Pelabuhan Pireaus, ke pulau-pulau di Yunani. Baca cerita selengkapnya di alamat saya yang lain tentang perjalanan ini
di travellerspoint saya.   
 

Bertemu dengan Wisatawan Indonesia

tourist-indoDi airport Dubai, saya sempat bergumam dengan teman perjalanan saya bahwa begitu banyak orang berambut hitam yang terbang dengan tujuan Athens…. Ini memang berhubungan dengan observasi teman saya (dia orang Inggris) waktu dia pulang ke Inggris. Ia ngomel karena di pesawat menuju London yang ditumpanginya waktu itu penuh dengan orang India, (istilahnya dia adalah ethnics). Sambil bergurau waktu itu saya mengatakan: “…ya, mereka ‘pulang kampung’ sementara itu rumah kamu adalah di Doha, Qatar, bukan di Inggris sana…”Sementara saya berkesimpulan bahwa turis dari Cina sekarang berkunjung ke mana-mana. Rupanya ekonomi di Cina sana sudah bagus, pemerataan penghasilan yang merupakan doktrin komunisme itu ternyata berhasil dengan baik, dan mereka mulai traveling keliling dunia, bukan cuma semata-mata migrasi untuk mencari penghidupan baru.    

 

Filed under: iJournal, Travel Notes

About the Author

Posted by

I used to live as an expat and travel around the Middle East. After 10 years working in the Arabian Gulf I am now retired and living in the UK with my British husband but still retain my interests of further travels and exploring new horizons in Europe.

3 Comments

  1. samara

    saya sangat tertarik dengan cerita anda saya mau tanya apa banyak orang indonesia yang ada di yunani dan apa ada komunitas nya untuk saling bertukar cerita ngobrol rumpi di internet warga indonesia lalu kalau aku mau jalanjalan ke yunani dan ada undangan dari lsm disa kalau ngurus visa apa harus wawan cara dengan duta besarnya trimakasih atas balasanya

    Like

  2. Bram

    Nin…
    Mana crita n foto u dibanting skuter di Yunani, kok ga ada sih?

    Like

I love to hear from you...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s