comment 0

Persiapan Sebelum Berangkat

mn-080108-1Salah satu tujuan saya membuat blog ini, disamping cerita pengalaman saya sebagai expatriate adalah juga berbagi pengalaman bekerja di luar negeri terutama untuk mereka yang punya keinginan untuk bekerja di luar negeri pertama kali. Apa saja yang harus dipersiapkan sebelum akhirnya benar-benar pindah. Dengan demikian akan semakin banyak orang Indonesia yang bekerja di Luar Negeri dan bisa membawa devisa pulang ke Indonesia.

Tak pernah terpikir oleh saya bahwa saya akan benar-benar mengantarkan dan menyiapkan seseorang untuk benar-benar bekerja di Luar Negeri seperti sekarang ini. Terus terang ketika saya berangkat saya tidak berpikir dan bersiap-siap seruwet ini… maklum mungkin setengah hati saya sudah berpikiran bahwa suatu saat saya akan melakukan perjalanan ini dan lalu baru akan kembali dalam waktu yang lama… Disamping itu sebagai bujangan, saya tinggal angkat koper saja….

Berikut ini adalah advis yang saya berikan pada teman saya yang pertama kali bekerja di luar negeri dan meninggalkan keluarga dirumah; apa saja yang harus di siapkan kurang lebih sebulan sebelum berangkat:

Persiapan  mental, spiritual dan material….
Artinya:

  • Sudah benar-benar mengundurkan diri dari perusahaan lama, sudah mulai mengurangi kegiatan dan keterlibatan di kantor dan konsentrasi dengan urusan rumah tangga yang akan di tinggal.
  • Benar-benar siap bahwa akan meninggalkan keluarga untuk waktu yang cukup lama, dan tak  bisa setiap saat pulang seperti kalo kerja di Surabaya atau di Bali.
  • Keluarga juga sudah siap untuk survive sendiri selama kepala keluarga tak ada di rumah, dari mulai urusan mobil, sewa menyewa rumah, sampai urusan surat-surat legal properti dll.; kalau ada apa-apa dengan mereka, mereka harus bisa menanggulanginya sendiri.
  • Urusan dengan Bank juga sudah siap… yaitu kalau misalnya kiriman uang ke rumah agak macet untuk bulan-bulan pertama, jadi mereka punya tabungan yang cukup untuk hidup tanpa suntikan dana dari “lelaki“ di rumah untuk selama 2 bulan….(paling jelek)
  • Urusan surat menyurat legal semua sudah disiap-siapkan, supaya minimal istri bisa berfungsi sendiri tanpa kehadiran suami.

Yang harus ditinggalkan di rumah untuk kebutuhan keluarga:

  • KTP, Kartu Keluarga dll, yang memudahkan mereka mengurus surat-surat yang masih atas nama suami selama suami di rantau.
  • Surat kuasa yang menyatakan bahwa Istri atau siapalah itu menjadi wakil dalam rangka mengurus segala macam berkas yang ditinggalkan dan jatuh tempo pada saat tak ada di Indonesia; ini berhubungan dengan masalah deposito misalnya atau urusan dengan bank yang lainnya. Surat kuasa ini sebaiknya dibuat umum dan bisa berlaku untuk banyak hal. (mobil, rumah, tanah dll.)

Yang harus di siapkan untuk penerimaan dari Rantau:

  • Bagaimana nanti mengirim uang dari rantau, lewat Western Union, BCA atau transfer antar HSBC? atau bank lainnya
  • Harus dipikirkan gaji yang diterima dari rantau mau di kirim ke “tabungan“ apa di Jakarta. jangan lupa Gaji “Riyal” yang dikirim di terima di Jakarta adalah US$. – ada masalah konversi mata uang yang harus dipikirkan disini….
  • Untuk bujangan mungkin agak lain karena mungkin kita harus menyiapkan seseorang untuk mengurus semua urusan itu pada saat kita dirantau dan untuk counter check dia, kartu ATM mungkin ditinggal saja di rumah, tapi kita sebaiknya punya akses internet terhadap uang kita di bank di Indonesia, karena sering kali terjadi nasib expat di rantau adalah, orang lain yang menikmati kerja keras kita di Indonesia.

Penting harus dibawa dan tak boleh lupa:

  • SIM (driving license) Jakarta/ Indonesia… bukan SIM international; ini perlu untuk bikin SIM Qatar. SIM International tidak begitu berguna…
  • Obat-obatan yang perlu dibawa untuk di tunjukkan pada apotek di Doha (setibanya di tempat tujuan)  karena kadang-kadang apotiknya punya brand generic yang kita tak tau….
  • Mobile SIM card yang bisa roaming, karena untuk SMS atau telepon ke Indonesia mungkin lebih murah pake SIM Indonesia dari pada SIM Qatar; artinya siap dengan 2 buah mobile… atau beli mobile yang bisa dua SIM Card.
  • Kamus bahasa Inggris-Indonesia, Indonesia-inggris (kecil atau besar terserah).
  • Bawa US $200 atau $300.- sebagai pegangan dalam keadaan darurat, sebelum menerima santunan harian dari kantor, terutama untuk hari-hari pertama di kantor dan selama di perjalanan di airport untuk bisa ditukar dengan mata uang QAR.

P3K selama minggu-minggu pertama di Doha yang bisa di siapkan dari Jakarta dan di bawa ke tujuan:

  • Apabila datang pada musim dingin, yang menurut saya suhunya bisa lebih dingin dari pada di Puncak Pas pagi hari atau pun di Gunung Bromo pagi hari… (pagi ini suhu terendah sampai 9ºC), sebaiknya siap dengan baju hangat. Sweater, Jacket dll. Tak bisa Cuma hanya T-shirt. Kaos kaki pun kalo bisa yang tebal untuk menahan kaki yang mungkin ke dinginan. Beberapa orang Filipina disini juga memakai topi untuk main ski yang menutupi telinga. Sekali lagi, ini semua bisa di beli di Doha, tapi hari-hari pertama pada saat belum orientasi… tak ada salahnya kalau sudah siap dari Indonesia.
  • Mungkin bawa OBH untuk P3K terhadap debu (ini kalo terbiasa dengan Obat Batuk Hitam) untuk selama adaptasi aja…. Karena kadang2 kita ga cocok dengan obat local yang di jual di Doha.
  • Walaupun dapat fasilitas “serviced apartment” bukan berarti lalu kita tak usah masak sendiri…. Artinya kita tetap harus masak untuk makan sehari-hari. Ga ada tuh yang namanya pembantu nungguin untuk Tanya “mau masak apa hari ini…. “ So, sebelum bisa survived sendiri cari tempat makan yang cocok dan adaptasi dengan masakan local, juga sebelum orientasi tempat belanjaan yang sesuai dengan standard kita, dan belajar memasak karena terpaksa, boleh juga tuh beli bumbu2 masakan Indonesia yang tinggal di seduh… Indofood, atau bamboe atau kokita atau merek lainnya menjual berbagai macam rasa masakan Indonesia dalam sachet yang bisa di pakai di kala emergency…. Abon juga boleh dibawa yang tak usah di bawa adalah Indomie, karena ini banyak di Doha…
  • Kaca mata hitam yang bagus.. karena di Doha, meskipun banyak pilihan tapi desainnya khusus untuk mereka dengan kepala dan hidung besar, artinya terlalu besar untuk kepala dan hidung kita yang kecil, disamping mahalnya jangan tanya.  Hal lain dalam memilih kaca mata hitam adalah bahwa kaca mata itu harus cukup bagus untuk tahan terhadap suhu udara yang berubah dari 10 ºC sampai 50 ºC… kalau tidak heavy duty, pada musim panas kacamata ini meleleh… 
  • Bawa hiburan Indonesia yang di kemas dalam bentuk CD atau DVD, MP3 dll. misalnya sinetron dari TV favorit, Top Hit lagu2 indonesia, karaoke lagu2 indonesia untuk hiburan yang bisa diputar bersama dengan lap top , atau dengan alat elektronik yang bisa didapat dengan murah di Doha.

Hal-hal lain bisa dibeli di Qatar, disamping banyak hal sudah dalam fasilitas yang diberikan kantor.

Satu hal lagi: jangan bawa koper terlalu berat. Dalam tiket bagasi maksimal 20 Kg, artinya sebenarnya maksimal 25 kg, lebih itu harus bayar!!! Masuk kabin maksimal 10 kg!!!!!!!!!
Jangan lupa menimbang di rumah sebelum berangkat menuju airport!!!!

Filed under: Expat Archive, iJournal

About the Author

Posted by

I used to live as an expat and travel around the Middle East. After 10 years working in the Arabian Gulf I am now retired and living in the UK with my British husband but still retain my interests of further travels and exploring new horizons in Europe.

I love to hear from you...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s