comment 0

Time to Move On

Hmmm...Hampir tiga tahun saya hidup di perantauan… “dalam rangka mencari sesuap nasi dan sepiring berlian” katanya…. Percaya atau tidak, sejauh ini saya belum ingin pulang kampung; saya menikmati teman-teman baru saya. Tapi mungkin inilah kenyataan hidup diperantauan, dalam kurun waktu hampir tiga tahun terakhir ini, tidak ada teman yang permanen, semua datang dan pergi dengan cepat, maksimum mungkin satu setengah tahun saja. Kalau saya mau memperhatikan, teman saya yang sejak awal ke datangan saya ke Qatar sudah berganti semua, bisa di hitung dengan sebelah tangan yang masih bertahan.

Hiburan tahun ini mungkin dengan banyak nya kedatangan teman-teman orang Indonesia di kantor saya, semula saya cuma sendirian di kantor ini…. ada senang dan susahnya juga hidup sendirian di perantauan….

Dimulai dengan pertanyaan seorang teman baru yang baru bergabung dengan kantor saya, yang menanyakan sudah berapa lama saya disini? … waktu saya jawab kalau saya sudah hampir 3 tahun di kantor ini…. wah dia kaget lalu tertawa, sambil mengatakan… “you are part of the furniture already….” Terus terang komentar ini jadi bikin saya pengen pindah, dan segera melanjutkan hidup saya….

Pertanyaannya adalah apakah ini artinya saya pulang kampung, ke Indonesia atau saya pindah kantor? karena dari pengalaman teman-teman sesama orang Indonesia disini, sekali keluar dari kantor dimana mereka di rekrut pertama kali, mereka bertahan di situ hampir selama lamanya…. karena biasanya pertanyaan mereka sesudah itu adalah “bisnis di Indonesia” opsi untuk bekerja di tempat lain tidak terlintas.

Pemikiran saya adalah, apabila para expat kulit putih itu bisa berpindah-pindah perusahaan dirantau dengan mudahnya, kenapa kita yang orang Indonesia harus pulang dulu untuk pindah perusahaan? Jadi saya pikir saya juga harus bisa seperti mereka, untuk pindah perusahaan seperti layaknya mereka itu….

Apa yang mereka lalukan untuk bisa pindah-pindah perusahaan dengan mudahnya? kasak kusuk sana-sini, ternyata yang mereka lakukan adalah menghubungi head hunter international yang sudah mempunyai banyak koneksi dengan perusahaan-perusahaan multi national. Dan percaya atau tidak setiap orang punya lebih dari setengah lusin head hunter yang memiliki CV mereka di data base nya… mungkin inilah sebabnya pergantian orang begitu cepatnya… apalagi pada saat industri konstruki booming di Arabia ini.

Saya akan cerita lagi lebih lanjut tentang pengalaman ini…

Filed under: Expat Archive, iJournal

About the Author

Posted by

I used to live as an expat and travel around the Middle East. After 10 years working in the Arabian Gulf I am now retired and living in the UK with my British husband but still retain my interests of further travels and exploring new horizons in Europe.

I love to hear from you...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s