comments 2

Visa Kerja

Visa

Visa

Apa yang harus dilakukan sesudah tanda tangan draft kontrak yang mengatakan bahwa kita setuju untuk pindah pekerjaan? Tentunya kita tak perlu melakukan apa-apa, hanya tinggal tunggu waktu saja sesuai dengan perjanjian untuk melapor di kantor baru pada tanggal yang disepakati.

Kalau bekerja di Indonesia, tentunay tak banyak yang harus dilakukan; sambil menunggu waktu, kita tentunya harus mengajukan surat pengunduran diri pada perusaah tempat kita sedang bekerja. Kalau kita akan pindah ke luar negeri, tidak semudah itu, karena kita harus memasukkan data pribadi dan dokumen imigrasi untuk di proses oleh negara tujuan. Data pribadi tersebut termasuk:

  • Fotokopi ijasah (minimal, yang bisa di scan lalu di email saja cukup) atau untuk negara tertentu membutuhkan ijasah yang di legalisir yang asli… artinya kita harus mengirimkan dokumen tersebut melalui pos internasional (yang harganya tidak murah) disamping menjamin bahwa ijasah ini sampai di tempat tujuan….
  • passfoto atau dalam bahasa inggrisnya adalah passport photo… biasanya ukurannya tertentu, ada yang 3 x 4 cm, ada yang 1 x 1 inci, atau ada juga yang 5 x 5 cm. Warna latar belakangnya pun berbeda-beda setiap negara tujuan.
  • Fotocopy / scanned passpor tujuannya adalah untuk memperoleh visa kerja.

Sesudah semua hal diatas di kirim maka yang tak ada lagi yang harus dilakukan, kecuali menunggu. Berapa lama kita harus menunggu? Ini yang sulit di tebak.

Pengalaman saya yang terjadi sekarang ini mungkin patut di cermati… sialnya memiliki paspor Indonesia.

Bersama-sama dengan seorang teman dari kantor yang memiliki paspor Inggris, kami merencanakan untuk pindah bersama-sama ke Bahrain, masuk ke kantor yang sama pula. Kami mulai mengurus visa dan segala macam tetek bengeknya bersama-sama. Pihak kantor Bahrain pun menjanjikan bahwa dalam waktu kurang lebih dua minggu visa akan selesai dan kami bisa bersama-sama pindah ke Bahrain.

Dua minggu kemudian Visa teman saya yang berpaspor Inggris, selesai. Bagaimana dengan nasib visa saya yang harus di cap di paspor Indonesia? Sekarang sudah lebih dari satu bulan saya menunggu dan hasilnya tetap tak jelas. Petugas yang menguruskan visa mengatakan bahwa ada banyak antrian untuk visa dari negara-negera Asia.

Jengkel saya mendengarnya… rupanya diskriminasi dalam segala bentuk masih terus berlaku dimana-mana. Saya juga tak bisa berkomentar apa-apa ketika seorang teman saya yang berpaspor Inggris itu mengatakan: “My white skin gives me ticket to everywhere…”  Sombong memang kedengarannya… tapi kasus diatas adalah contoh kecil kebenaran kata-katanya, kulit putih, paspor dari negara Eropa Barat… semuanya lebih mudah!!!

Filed under: Expat Archive, iJournal

About the Author

Posted by

I used to live as an expat and travel around the Middle East. After 10 years working in the Arabian Gulf I am now retired and living in the UK with my British husband but still retain my interests of further travels and exploring new horizons in Europe.

2 Comments

  1. Pingback: Lebaran di Doha « Modern Nomad

I love to hear from you...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s