comment 0

Rutinitas di Tempat Baru

Bekerja sebagai expat ada enak dan tidak enaknya. Enaknya adalah pada saat pindah pekerjaan ke negara baru, maka kantor akan menyediakan fasilitas layaknya seperti liburan. Yaitu:

Pindahan

Pindahan

  •  Tinggal di hotel (minimal hotel bintang 4) sampai saatnya harus pindah ke fasilitas akomodasi yang sebenarnya. Artinya sarapan pagi dan laundry ditanggung oleh kantor… hmm meringankan pekerjaan rumah!
  • Fasilitas antar-jemput selama belum punya kendaraan sendiri
  • Uang saku yang lumayan untuk keperluan sehari-hari diatas perhitungan gaji yang akan dibayarkan di akhir bulan. 

Fasilitas ini serasa sebagai liburan yang dibayarkan oleh kantor, tanpa harus memikirkan hal-hal yang lain; dan secara kontrak fasilitas ini di berikan selama satu bulan. 

Kenyataannya memang untuk minggu pertama hal ini enak saja, tapi selama itu juga saya tetapi harus memikirkan hal-hal besar yang lain: 

  • Mencari apartemen/rumah untuk tinggal di tempat baru ini, karena kantor tidak membiayai saya untuk tinggal di hotel selama-lamanya. 
  • Mencari mobil sewaan sebagai alat transportasi sehari-hari, karena lokasi kantor ternyata tidak di kota, dan tidak ada kendaraan umum yang bisa mengantarkan saya ke tempat kerja. Sialnya fasilitas antar-jemput kantor di Kantor cabang Bahrain ini cuma berlangsung untuk hari pertama saja. 
  • Eksplorasi tempat baru, seperti dimana toko/supermarket yang cocok untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, karena beberapa supermarket target pasarnya untuk orang-orang tertentu, misalnya sangat berbau Arab, atau India (tanpa maksud menjadi rasis, tapi saya masih cari bumbu kecap sebagai penyedap makanan…). 
  • Membuat kartu identitas diri (di Bahrain namanya CPR, di Qatar namanya RP, dan di negara lain istilahnya lain lagi), yang artinya mengalami proses periksa kesehatan, photo, tanda tangan dan cap jari. 
  • Membuat Bank Account agar supaya kantor dapat mentransfer gaji pertama dan apabila dibutuhkan membuat kartu kredit. Kemudian tentunya
  • Mencari tahu cara mengirim uang ke Indonesia, dan yang terakhir adalah 
  • Melapor ke kedutaan/konsulat Indonesia, supaya gampang untuk pulang ke Indonesia nantinya. 

Percaya atau tidak, semua itu makan waktu lebih dari sebulan. Dua minggu pertama, saya berhasil menyelesaikan dua hal: Sewa mobil, dan Sewa apartemen. Entah mengapa, saya membutuhkan waktu hampir 2 bulan untuk memperoleh CPR, padahal tanpa CPR saya tidak bisa membuka account di Bank, menerima gaji dan juga mengirim uang ke Indonesia. Dengan kata lain, uang saku (perdiem) yang tadinya sebagai bonus pindah kerja, malah jadi sangat penting…. dan harus bisa bertahan untuk hidup lebih dari satu bulan!!!

Pindah kantor yang tadinya seperti liburan gratis, malah jadi lebih susah daripada normal!

I love to hear from you...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s