comment 0

Belanja di Indonesia

mn-081208-1Sebagai orang Indonesia, dimanapun saya, saya tetap cinta Indonesia; walaupun saya tinggal di luar negeri, saya tetap loyal dengan Indonesia. Dan seperti layaknya pembantu yang pulang kampung setelah bekerja di Jakarta, pada saat lebaran, pulang kampung artinya menghidupkan ekonomi di kampung dengan kemampuan belanja mereka yang membawa uang dari Jakarta. 

Sayapun berlaku begitu ketika “pulang kampung”, dengan maksud mengobati rasa kangen saya juga berbelanja di Indonesia. Dan tidak seperti sebagian orang Indonesia yang gemar berbelanja ke Singapore (dengan kata lain membelanjakan Rupiah Indonesia ke Dollar), saya membawa devisa ke Indonesia dan tetap senang untuk belanja di Indonesia…. 

Perhitungan ekonomi sederhananya mungkin saya membelanjakan Dollar saya ke rupiah (karena hasil kerja di luar negeri yang berupa dolar dan dibelanjakan di Indonesia). Dengan seperti ini saya juga membantu perputaran ekonomi Indonesia. Analogi yang sama seperti “Pembantu yang Pulang Kampung” ini juga yang didapat oleh pemerintah Philipine dari rakyatnya yang bekerja di luar negeri. Dan konsep yang sama juga yang di dapatkan oleh banyak negara lain dari obyek wisatanya, karena “turis asing” yang membawa devisa ke negaranya. 

Dengan pemikiran mulia seperti ini, saya pun lalu belanja. Bukan cuma ke mall yang besar dan baru seperti Grand Indonesia, tapi juga ke Mall yang kelas menengah, seperti Mall Ambasador saja. Disana saya bisa menemukan macam-macam yang dengan mudah bisa saya bawa kembali ke luar negeri. 

Karena uang Indonesia yang begitu rendah nilainya, mengakibatkan belanja dengan nilai yang besar harus mengantongi uang yang tebal dan tidak praktis. Beruntung ada teknologi “credit card” yang “seharusnya” memudahkan berbelanja dan tidak perlu membawa uang cash terlalu “tebal”. Dan dari kacamata turis asing, tentunya hal ini juga memudahkan, tanpa harus menukarkan uangnya ke rupiah. 

Sayangnya hal tersebut tidak terlalu di dukung oleh kemudahan sistem yang ada. Toko yang menerima credit card, meskipun itu adalah visa card atau master card yang sama, tapi apabila credit card itu di keluarkan oleh bank yang asing di dengar (seperti Lloyd Bank dari Inggris) misalnya… maka toko tersebut enggan melakukan transaski jual beli tersebut. 

Cerita di atas adalah pengalaman saya kemarin berbelanja…..Ternyata tidak mudah untuk berbelanja:

  •  Kartu kredit yang diterima untuk belanja ternyata hanya kartu kredit yang di keluarkan oleh bank (internasional) yang di kenal di Indonesia seperti Citibank (padahal citibank di Amerika sudah mulai bangkrut) atau HSBC bank. 
  • Karena belanja lebih dari 2 juta maka kartu kredit harus di verifikasi ke BNI (padahal produk yang di jual rata-rata harganya jutaan – lho lalu semua harus hasil penjualan toko tersebut harus di verifikasi lebih dahulu….?)
  • Walaupun Bank tersebut dikenal di Indonesia, tapi apabila kartu kredit tidak di terbitkan oleh cabang Indonesia juga tidak mudah (kartu kredit HSBC bank saya di terbitkan di Qatar), lagi-lagi harus di verifikasi ke BNI. 

Alih-alih mau membantu perputaran ekonomi Indonesia, kok malah sistemnya di persulit…. Benang merahnya adalah bagaimana Indonesia bisa siap untuk menerima devisa dari turis seperti Singapore apabila belanja dengan mata uang asing saja sulit. Atau saya harus berpikir: …pantes orang Indonesia lebih senang belanja di Singapore?”

Filed under: iJournal, Travel Resources

About the Author

Posted by

I used to live as an expat and travel around the Middle East. After 10 years working in the Arabian Gulf I am now retired and living in the UK with my British husband but still retain my interests of further travels and exploring new horizons in Europe.

I love to hear from you...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s