comment 1

Alkohol Ban in Bahrain

Alkohol ban-1Kingdom of Bahrain, begitu nama negara kecil ini, mungkin memang kecil dibandingkan negara-negara semenanjung Arabia yang lainnya, tetapi negara ini berbeda dengan negara-negara Islam lainnya. Negara ini tidak memiliki terlalu banyak minyak atau gas bumi yang menjadi tumpuan pemasukan devisa kawasan GCC yang lainnya. Tapi jangan salah, lokasinya yang strategis di teluk arabia (Arabian Gulf) membuatnya tempat kunjungan wisata untuk negara-negara sekitarnya. Layaknya Singapore terhadap Asia Tenggara beberapa tahun yang lalu.

Lalu apa yang menarik dari Bahrain? berbeda dengan negara-negara sekitarnya yang memiliki peraturan agama Islam yang kaku dan pemerintahannya yang serba tertutup. Bahrain termasuk negara yang memiliki toleransi yang besar, terhadap banyak hal. Itu sebabnya banyak para ekspatriat dari negara-negara eropa (terutama Inggris) yang menetap di Bahrain selama lebih dari belasan tahun. Apa yang membuat mereka betah adalah toleransi penduduk asli Bahrain yang besar yaitu dalam hal:

  • Beragama, yang mana memang mayoritas agama mereka adalah Islam Syiah, tetapi bukan berarti Islam Suni tidak berkembang, dan juga bukan berarti bahwa tidak ada agama dan tempat religius yang lain. Di bahrain ini bahkan Gereja Baptis bertetangga langsung dengan Mesjidnya. dan jangan salah ada tiga macam gereja kristen di ibukota Manama ini: Gereja Baptis Missionary, Gereja Anglikan dan Gereja Katholik. Hal mana tidak dimiliki oleh negara-negara tetangganya seperti Qatar, UAE apalagi KSA.
  • Mereka punya beberapa kenel tempat mengamankan anjing yang di tinggal/diterlantarkan orang, sehingga hampir tidak terlihat anjing liar di jalan. Padahal Anjing di kenal sebagai hewan haram oleh Islam.
  • Speciality restoran yang lepas dan tidak bergantung pada hotel sangat banyak dan menjamur di mana-mana di Manama yang menyajikan berbagai jenis makanan dan minuman termasuk alkohol.
  • Seperti sudah saya ceritakan pada “Kehidupan Malam di Bahrain” pub pun bertebaran di Manama ini, dari mulai Irish Pub, sampai Arab Pub. Yang belakangan inilah yang menjadi daya tarik orang Saudi datang ke Bahrain.
  • Bahrain menikmati “akhir pekan” selama “tiga hari” hari Kamis dan Jumat adalaha Akhir Pekannya orang Saudi yang menikmati “kebebasan” itu di Bahrain, dan hari Jum’at dan Sabtu adalah Akhir Pekan normal dari negara-negara semenanjung Arabia yang lain. Dan inilah yang menjadi pemasukan devisa Bahrain.
  • Membeli minuman keras, juga tidak dibutuhkan lisence (ijin khusus) seperti halnya dengan negara-negara Arabia yang lain (tidak termasuk KSA dan Kuwait loh)

Ini sebabnya juga Bahrain tidak terlalu parah terkena resesi dibandingkan dengan Dubai. Karena industri wisatanya lumayan… Sayang hal ini kayaknya tak akan berlangsung lama lagi.

Sejak tahun 2007 gosip bahwa Bahrain akan jadi lebih tegas terhadap peraturan terhadap Alkohol sudah gencar. Kira-kira dua bulan yang lalu keluar peraturan untuk tidak menyajikan minuman keras dalam pesawat Gulf Air (penerbangan milik Bahrain); kemudian peraturan bahwa tidak boleh membeli minuman keras di Duty Free International Airport Bahrain untuk di bawa masuk ke dalam kota.

Lalu peraturan ini akan di teruskan ke dalam kota dengan melarang Speciality Restoran itu menyajikan minuman keras dan menutup Pub-pub yang ada di hotel bintang 3 kebawah. Anehnya peraturan ini berlaku segera setelah dekrit di terbitkan pada hari Minggu tanggal 19 April yang lalu.

Pengunjung pub di Bahrain

Pengunjung pub di Bahrain

Apa artinya bagi para ekspatriat asing? tentunya menjadikan Bahrain berkurang daya tariknya apalagi bagi mereka yang menyukai kehidupan malam. Lalu efek langsung juga adalah berkurangnya pekerjaan bagi para bar-tender dan segala jenis pekerjaan yang terkait; dan artinya juga ada banyak efek lain yang terkena imbasnya…. Dan jangan salah, yang juga menikmati fasilitas pub ini adalah orang-orang arab yang masih tradisional dan memakai dish-dash….

Filed under: Expat Archive, iJournal

About the Author

Posted by

I used to live as an expat and travel around the Middle East. After 10 years working in the Arabian Gulf I am now retired and living in the UK with my British husband but still retain my interests of further travels and exploring new horizons in Europe.

1 Comment so far

  1. Pingback: Nonton Bioskop di Bahrain « Ini cerita saya,

I love to hear from you...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s