comments 3

Bath

Siapa yang mengira bahwa negara Inggris yang kita kenal pernah di jajah? Saya tidak pernah dengar tentang ini sampai saya datang ke kota Bath, di Barat Inggris. Travel partner saya yang juga pernah tinggal di Bath untuk beberapa tahun bercerita tentang sejarah kota tua Bath

Bath architecture built by the Roman

Ditemukan dan dibangun oleh bangsa Romawi pada jaman penjajahan Romawi kuno kurang lebih tahun 43 sesudah masehi. Mereka membangun pusat pemandian air panas, satu-satunya mata air panas (hot spring) yang ada di Inggris. Mereka begitu terkagum-kagumnya pada sumber mata air panas ini sehingga kemudian membangun sistem infrastruktur dan pusat pemandian untuk kemewahan hidup serta pemujaan pada dewa air – Sulis Minerva – Itu sebabnya kota ini bernama ‘Bath’ (= mandi). Gambar dibawah ini adalah rekaan seperti apa pusat pemandian itu dibangun pada jaman kejayaan Romawi.

Kota tua Bath

Letak kota Bath sendiri berada di lembah Avon dan merupakan titik terendah daerah itu, sehingga apabila kita datang dengan mobil, maka jalan menuju kota ini adalah menurun. Partner perjalanan saya yang kebetulan pernah tinggal di Bath selama beberapa tahun mengatakan, bahwa musim panas kota ini “sangat” panas dan lembab. Tapi karena kami datang pada musim semi, maka “panas dan lembab” ini tak ada pengaruhnya…. saya kemudian jadi membayangkan dan membandingkannya dengan panas dan lembab yang sehari-hari kita alami di Jakarta… seperti apa kira-kira ya?

Ada efek samping yang lain dari letak kota yang rendah dibandingkan dengan daerah sekitarnya, yaitu pemandangan yang dihasilkannya, kemanapun kita memandang apa bila kita berada di pusat kota, yang mana juga merupakan bagian terrendah dari kota itu, maka latar belakang pemandanganya adalah bagian kota yang lebih tinggi.


Kami menginap di Abbey Hotel, hotel berbintang tiga yang terletak persis ditengah kota Bath dan jaraknya cuma 2 menit jalan kaki dengan pusat pemandian kuno dan juga merupakan pusat kotanya, dekat dengan Highstreet (ini istilah khusus di Inggris untuk jalan utamanya yang juga pusat komersial dari kota itu).

Sebenarnya kota Bath ini kota yang “compact” semua bisa dicapai dengan berjalan kaki saja dalam satu hari. Foto-fotonya bisa diliat disini. Dibangun pertama kali oleh bangsa Romawi, mengalami masa kejayaan pembangunannya pada masa Georgian, abad ke 18, yang mana bangunannya masih terlestarikan seperti sekarang. Saya kurang tau apa ini karena para perencana kotanya sangat ketat sehingga bangunan2 dari sejak jaman Georgian sampai sekarang masih terlestarikan dengan baik atau karena hal yang lain.

Kelebihan lain dari Bath adalah bahwa mereka pandai mengemas segala hal yang sederhana jadi istimewa, seperti misalnya Miss Lunney’s Kitchen, Tea House yang meng claim sebagai restoran pertama di Bath dan dengan resep Bun (roti bundar) nya yang bertahan sejak ratusan tahun yang lalu…. betulkah ini? Atau misalnya Jane Austen’s house…. semuanya biasa saja, tidak ada yang istimewa dari rumah ini, bedanya Jane Austen adalah novelis legendaris abad ke 18 dan pernah tinggal di rumah itu untuk beberpa tahun lamanya.

Foto-foto tentang kota Bath dimuat di post dengan judul: Bath… in picture

Pariwisata Bath

City hotel seperti Best Western Abbey Hotel tempat kami menginap itu cuma hotel berbintang 3 yang lokasinya di pusat kota, sehingga pebisnis yang datang ke kota tersebut tinggal berjalan kaki saja untuk melakukan bisnisnya di kota tersebut. Tidak ada keharusan mereka untuk mempromosikan kota tersebut, tapi toh mereka semua siap membantu untuk menerima tamu para wisatawan asing seperti saya ini. Mereka juga siap dengan peta yang sangat memudahkan bagi orang asing yang baru pertama kali datang ke kota ini berorientasi tanpa menjadi tersesat. Al hasil, dengan penduduk yang kurang dari seratus ribu, dan kota yang sangat compact, wisatawan asing yang datang ke Bath dalam satu tahun bisa mencapai 3 juta orang….

Bandingkan dengan kota Bogor misalnya… turis asing yang datang mungkin tumpahan dari Jakarta saja….

3 Comments

  1. thesmalljourney

    senangnya membaca artikel-artikel anda .. salam kenal dan terima kasih sudah mampir ke warung saya ..
    kalok gak keberatan, saya akan taruh link di smalljourney saya .. ya?

    Like

    • NSuwarno

      Thanks tuk kunjungan balasan, n silahkan link, saya juga akan me link blog anda

      Like

  2. Pingback: Naik Mobil di Inggris Selatan-2 « Ini cerita saya,

I love to hear from you...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.