road trip to Qatar????
comments 14

Menyeberang ke Qatar

Bahrain -Qatar by Car???

Bahrain -Qatar by Car???

Saya memang terbang dengan Business Class, dari Manama Bahrain ke Qatar; barang yang saya bawa juga seadanya, meskipun terus exceed the limit, tapi permasalahan belum selesai disitu. Bagaimana dengan barang-barang yang lain? seperti TV misalnya dan mobil kami? dan yang paling penting buat saya mungkin adalah Keith, dia masih tertinggal di Bahrain!

Gambar disebelah ini tidak benar-benar merekfleksikan apa yang terjadi pada saya, tapi begitulah kira-kira Keith akan menyeberang ke Qatar, dengan mobil dan sebagian barang-barang yang tersisa. Sebagian barang yang lain sudah di angkut oleh perusahaan expedisi.

Sebenarnya ini mungkin bukan perjalanan istimewa cuma kira-kira 142 km saja, tapi ini dengan pesawat dan cuma ditarik garis lurus terdekat antara Manama dan Doha, tapi jarak ini jadi berbeda pada saat perjalanan ditempuh dengan mobil dan melalui tanah Saudi Arabia.

Dari apartemen tempat kami tinggal hingga perbatasan dengan Saudi mungkin tidak seberapa, cuma kira-kira 20 menit saja; perjalanan dari perbatasan Bahrain dengan Saudi sampai dengan perbatasan berikut, antara Saudi dan Qatar, ‘hanya’ maksimum 335 km, atau sama dengan Jakarta-Pemalang saja, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan didalam negara Qatar, atau dari Abu Samra ke Doha, yang cuma akan memakan waktu kira-kira satu setengah jam sampai dua jam, tergantung kemacetan di jalan.

Dengan kondisi jalan yang  sangat baik atau setara dengan jalan tol Jakarta – Bogor, secara matematika, dengan jarak tempuh kurang dari 450 km dan katakanlah kecepatan rata-rata adalah 90 km per jam, maka Manama-Doha bisa dicapai dalam waktu kurang lebih 5 jam saja, dan ditambah mungkin urusan diperbatasan, maka paling lambat waktu Keith akan tiba di Doha enam jam kemudian.

Untuk kebanyakan orang Palestina perjalanan seperti ini adalah hal biasa. Mereka biasa melakukan perjalanan dari Doha hingga Amman (di Jordania). Dengan sebagian besar perjalanan adalah di tanah Saudi, perjalanan itu mereka tempuh antar 10 sampai dengan 20 jam, tergantung dari kecepatan mengemudinya. Untuk teman-teman orang Indonesia yang tinggal di Qatar, perjalanan inipun biasa, untuk mereka yang melakukan Umroh dari Qatar ke Saudi (lihat peta)

Untuk Keith perjalanan ini sebenarnya juga tidak terlalu istimewa. Pertama kali dia melakukan perjalanan ini adalah dari Riyadh ke Ras Al Kheima, 31 tahun yang lalu; perjalanan epicnya dari Riyadh hinggal London, naik mobil, bersama keluarganya, sekitar duapuluh tahun yang lalu, waktu tempuhnya sekalian mampir-mampir hampir tiga minggu sendiri.

Tapi perjalanan ini jadi berbeda, karena dia tidak cuma berkunjung ke negara lain dan lalu kembali;  dia juga mengexport mobilnya, perjalanan ini oneway, tidak kembali lagi ke Bahrain, dengan segala macam barang yang dibawanya dalam mobil itu beserta mobilnya; artinya dia mengexport mobil tersebut beserta isinya. Surat-surat yang harus disiapkannya pun berbeda dengan kalau melakukan umroh misalnya.

Lalu dokumen apa saja yang harus disiapkan? ini listnya:

  • Transit visa ke Saudi, yang mana berlaku untuk pengemudinya yang berlaku selama 3 hari. Mengurus transit visa ini sebenarnya mudah, cuma jadi agak lama apabila kedutaan Saudi tutup, dan mereka biasanya libur panjang pada saat Eidl Fitri. Jadi harus pandai-pandai mengatur waktu perjalanan. Khusus untuk Bahrain, pengurusan transit visa Saudi ini di sub kontrak kan pada agen perjalanan yang mereka tunjuk di Bahrain.
  • Ada visa khusus untuk mobilnya yang juga menjadi bagian dari dokumen perjalanan itu. Visa ini bisa di mintakan pada agen perjalanan tersebut.
  • Nomor mobil Bahrain harus diganti, tidak lagi dengan nomor mobil Bahrain yang biasa, tapi dengan nomor mobil export. Untuk kepengurusan yang ini, dilakukan di kantor polisi dengan mengembalikan nomor asli dan menggantinya dengan nomor export. Masa berlaku nomor export ini cuma tiga minggu saja; artinya mobil tersebut harus meninggalkan Bahrain dalam waktu kurang dari 3 minggu, lebih dari itu, maka kadaluarsa.
  • Asuransi untuk mobil untuk melakukan perjalanan di Saudi dan di negara tujuan yang berlaku selama tiga minggu, sebelum asuransi ini diperbaharui di negara tujuan. Walaupun kita tidak mengharapkan terjadi kecelakaan, tapi asuransi ini adalah sesuatu yang harus dan di periksa di perbatasan. Polis asuransi bisa dibeli di perusahaan asuransi dekat denga perbatasan antara Bahrain dan Saudi, dan itu bisa dilakukan pada hari keberangkatan.
  • Pajak mobil. ini yang paling penting dan membutuhkan waktu yang agak lama untuk mengurusnya. Pajak pembelian mobil biasanya di keluarkan pada saat membeli mobil di tempat tertentu dan sesuai dengan nomor mesin dan nomor registrasi mobil tersebut. Tapi pada saat nomor registrasi mobil berubah, tentunya surat-suratnya pun menjadi berubah disesuaikan dengan nomor registrasi eksport yang baru. Surat-surat ini dikeluarkan oleh dealer mobilnya, jadilah Keith harus mengurusnya dengan perusahaan mobil Honda yang menjual mobil tersebut.
  • Mobil ini bisa di import masuk Qatar apabila pemilik mobil ini memiliki visa tinggal (Residence Permit) di Qatar atau minimal visa kerja. Apabila Keith tidak memiliki visa ini maka dia tidak bisa mengimport/mengendarai mobil ini masuk ke Qatar, walaupun dia berhasil menyeberang melalui Saudi.

Semua urusan dokumen perjalanan beres maka berangkatlah Keith menyeberang melalui tanah Saudi dengan semua barang-barang sisa, meninggalkan aparteman kami di Doha yang sekarang kosong.

Filed under: Expat Archive, iJournal

About the Author

Posted by

I used to live as an expat and travel around the Middle East. After 10 years working in the Arabian Gulf I am now retired and living in the UK with my British husband but still retain my interests of further travels and exploring new horizons in Europe.

14 Comments

  1. ade

    huh! capek sekali ya urusanya…. anyway… apakah pada akhirnya semua sudah sampai di Doha dengan selamat?

    Like

  2. Frank

    Mba,

    Aku punya multiple entry saudi visa. Aku rencana mau ke dammam, tapi via bahrain. Jadi aku terbang dari jkt-bahrain trus bahrain lewat causway ke dammam. Apa aku perlu apply visa dari Indonesia ? aku baca2 katanya langsung bisa dapat 24 hour transit visa di airport ? mungkin mba punya pengalaman.

    Like

    • Sebenarnya apply visa untuk Saudi itu gampang, selama, seperti biasa surat-suratnya komplit. Jadi harus di check dulu ke websitenya atau ke kedutaan Saudi di Indonesia.
      Kalo kita dah punya visa, apa lagi untuk multiple entry, ga pengaruh datengnya dari mana, mau dari singapore atau dari jakarta atau dari Bahrain. Yang jadi masalah kalo dari Bahrain, kamu harus punya transit visa di Bahrain dulu. Cuma sekedar info aja, Saudi tidak mengeluarkan visa turis, dia cuma mengeluarkan visa untuk umroh, business dan haji, atau transit visa; tapi yang ini kan bukan masalahnya ya?

      Like

  3. Anonymous

    dear mba mau tanya kalo yg dimaksud visa multipe itu apa trus kira2 untuk pembuatan prosesnya berapa lama kalo saya bikin dari indonesia,mungkin untuk umroh ke saudi kira2 biayanya berapa?

    Like

    • Visa untuk suatu negara yang bisa di pake beberapa kali keluar masuk negara itu. Tapi untuk jangka waktu yang ditentukan saja. Sesudah itu harus beli visa baru.

      Like

      • andibudihariyanto

        prosesnya berapa lama kalo bikin visa multiple lama gak

        Like

      • tergantung ingin kemana, karena tiap negara peraturannya berbeda-beda untuk membuat visa.

        Like

      • andibudihariyanto

        saya ada planning mau umroh ke saudi tolong bantu infonya

        Like

      • Datang saja ke agen perjalanan terdekat dan tanya-tanya tentang umroh, mereka pasti punya beberapa macam paket umroh, termasuk hotel dan antar jemput selama melakukan umroh.

        Like

      • andibudihariyanto

        untuk visa ke saudi buat umroh kira2 kalo kita pergi sendiri lebih mahal yg mana sama umroh kayak bareng rombongan sama travel,mohon petunjuknya atau kasih saran yg terbaik buat saya karena saya benar2 ada rencana mau umroh,thanks

        Like

      • Untuk melakukan perjalanan sendirian selalu lebih mahal, karena biaya hotel, misalnya dari pada satu kamar berdua, yang mana ongkosnya ditanggung berdua, maka ini ongkosnya ditanggung sendiri. biaya taxi misalnya, dari pada di tanggung berdua, harus bayar sendiri. Kalau dengan rombongan kan naik bus bareng, yang mana biaya di tanggung bersama. Logikanya seperti itu…

        Like

      • andibudihariyanto

        trima kasih bgt uda bisa kasih saran buat saya mengenai info buat umroh

        Like

I love to hear from you...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s