Christmas Lunch
comments 2

Natal di Doha

Beberapa waktu yang lalu seseorang beragama nasrani mendapat tawaran pekerjaan di Doha dan bertanya-tanya bagaimana dia dapat menjalankan ibadah agamanya di Qatar. Pertanyaan ini tentu tidak bisa disalahkan, karena seperti negara-negara di Arabia yang lain, Qatar adalah negara Islam, dan bisnis pun berorientasi seperti layaknya negara-negara Arab-Islam lainnya, yaitu Hari Jum at adalah weekend.

“Loh terus apabila saya beragama Nasrani, apa saya bisa ke gereja hari Minggu…” begitu pertanyaan dia… Memang hari kerja bank adalah dimulai di hari Minggu dan akhir minggu adalah hari Kamis, artinya Jum at dan Sabtu adalah akhir pekan.

OK, ini ada statistik yang menjelaskan jumlah penduduk Qatar sekarang ini sekitar 1,4 juta orang; ketika pertama kali saya datang empat tahun yang lalu, penduduk mereka kurang lebih 800 000 orang saja. Logikanya populasi yang naik sekitar 75% itu tidak mungkin dari kelahiran saja, dengan kata lain pertambahan penduduk itu terjadi karena proses migrasi para ekspatriat.

Ini ada statistik lain yang mengatakan bahwa lebih dari 2 juta orang Philipina yang bekerja di kawasan Arabia. Padahal kita semua tau bahwa lebih dari 90% orang Philipina yang jumlahnya 90 juta itu beragama nasrani. Pertanyaannya adalah apakah mungkin dari yang cuma 9 juta Muslim Philipina itu, 2 juta orang bekerja di Arabia? Kayaknya yang ini mengada-ada…. Pengalaman saya di Middle East ini, saya baru 2 kali ketemu Muslim Philipina, sisanya semua beragama Katollik yang sangat taat beribadah. Pertanyaannya sekarang adalah: ‘kapan mereka beribadah?’ be flexible; geser saja hari Minggu ke hari Jum at, kan semua hari adalah baik, cuma namanya aja yang berbeda.

pohon natal di salah satu pertokoan di Doha

Yang menarik dari perkembangan Qatar yang semakin lama semakin liberal adalah, bahwa ketika pertama kali saya datang ke Qatar, tidak ada tuh yang namanya Christmas Tree di pajang di tempat umum, seperti di pusat pertokoan atau hotel atau tempat umum lainnya, tapi sekarang… pusat pertokoan kelas atas berani memamerkan pohon natalnya.

Lalu kemana orang merayakan “Christmas Brunch” traditionalnya. Biasanya mereka pergi ke hotel berbintang 5 untuk makan dan minum sekenyangnya… selama empat sampai liam jam non stop. Terus terang saya tidak bisa membayangkan apa saja yang mereka lakukan disana…. tapi sama seperti ketika bulan Ramadhan (baca – Ramadan Festival), hotel-hotel itu mengeruk keuntungan dari perayaan keagamaan seperti ini.

Makanan tradisional arabia pun tidak mau ketinggalan

Yang menarik untuk saya adalah yang datang dan yang merayakan Natal tersebut. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa yang mampu merayakan Christmas Brunch adalah expat kulit putih, yang memiliki kekuatan ekonomi. Tapi di Qatar ini orang lokal pun kekuatan ekonominya tidak kalah.

makanan pencuci mulut sepanjang koridor hotel

Foto dibawah menunjukkan bahwa mereka pun ikut bernyanyi dan merdansa bersama “Carol Singer”nya yang bernyanyi keliling ruang makan hotel…..

Bernyanyi bersama ‘Carol Singer’ walaupun dengan pakaian tradisionalnya

Filed under: Expat Archive, iJournal

About the Author

Posted by

I used to live as an expat and travel around the Middle East. After 10 years working in the Arabian Gulf I am now retired and living in the UK with my British husband but still retain my interests of further travels and exploring new horizons in Europe.

2 Comments

  1. Hani Darusman

    In other words……..they are becoming more “christian” than the christians?……ultimately……all beliefs are the same…..as there is only ONE God…….

    Like

I love to hear from you...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s