comments 6

Nama Belakang

family nameUntuk kebanyakan orang Indonesia, terutama orang Jawa, kalimat “apalah arti sebuah nama?” benar-benar berlaku seperti itu. Di Indonesia pada umumnya: tidak penting nama seseorang itu salah ejaannya, atau apakah dia memiliki satu nama saja atau tiga nama misalnya; nama belakangpun atau nama keluarga, tidak begitu penting, kecuali untuk beberapa suku, misalnya Batak, Menado, Maluku; suku yang lain menganggapnya tidak penting dan malah mungkin tidak perlu, Nurul menganggapnya begitu

Nama ini menjadi identitas diri yang kemudian dipakai di segala macam institusi dimana kita ingin bergabung dan terdaftar; dari mulai sesederhana seperti KTP, Passport, Bank Account, sampai dengan Facebook.

Indonesia adalah satu-satunya negara yang tidak mengenal konsep nama belakang. Diluar Indonesia, nama itu menjadi penting; dari mulai ejaan nama, sampai dengan nama belakang dan bahkan kadang-kadang ‘Middle Name’. Lalu bagaimana apabila kita ingin bepergian ke luar negeri? Pengalaman saya sebagian expat, banyak negara-negara tujuan mempertanyakan nama belakang ini. Akibatnya ada surat khusus yang harus di keluarkan olaeh pemerintah indonesia. Pertanyaannya sekarang nama belakang apa yang mau dipakai? Nama ayah? (yang kadang cuma satu nama saja), atau nama keluarga?

Seorang teman expat Indonesia terpaksa menunda keberangkatannya untuk bekerja di luar negeri melullu karena kasus namanya di passport cuma satu. Begitu juga seorang teman expat yang lain, visa istrinya untuk berkunjung ke Qatar sempat tidak bisa di proses karena namanya cuma satu.

Sialnya imigrasi di Indonesia sudah terbiasa dengan kasus ini, yang kemudian menambahkan nama belakang sesukanya, apakah itu pengulangan nama orang tersebut, atau nama panggilan salah satu orang tuanya.

Pada jaman pemerintahan Presiden Sukarno, beliau mengharuskan seseorang memiliki nama belakang dan itu di cerminkan dengan memberi nama anak-anaknya, misalnya: Megawati Sukarnoputra. Sayangnya kebijaksanaan ini tidak dilanjutkan oleh Presiden penerusnya – mungkin karena Suharto cuma punya satu nama saja. Sialnya lagi tidak ada aturan baku dari pemerintah Indonesia dalam hal nama belakang ini, padahal dengan adanya nama belakang ini memudahkan Pemerintah dalam menelusuri identitas, dan keturunan seseorang; muda Saka melakukan sensus dan masih banyak keuntungan lainnya. Wikipedia Indonesia menjelaskan sistem penamaan nama belakang yang umum dipakai di Indonesia

Filed under: Expat Archive, iJournal

About the Author

Posted by

I used to live as an expat and travel around the Middle East. After 10 years working in the Arabian Gulf I am now retired and living in the UK with my British husband but still retain my interests of further travels and exploring new horizons in Europe.

6 Comments

  1. vladvamphire

    Sekedar menambahkan… sebagain besar di Indo pasti namanya sudah lebih dr satu saja.. mungkin yang cuma satu kata aja masih turunan berpuluh tahun yang lalu.. tp utk sekarang saya rasa hampir 95% sudah mempunyai nama lebih dari satu kata.. Sedangkan kalo masalah nama belakang itu tergantung kebijakan keluarga masing, ada yang mengikutin nama bapaknya atau juga melestarikan klan keluarganya seperti para saudara di Batak dan Indonesia timur pada umumnya… Pengalaman saya sebagai expat tidak pernah ada masalah dengan nama belakang, contohnya ibu saya.. beliau tidak pernah mengalami masalah hanya dengan satu nama di passportnya…

    Anyway, nice post and keep writing and sharing.. Thanks.

    Vladimir
    http://www.vladvamphire.wordpress.com

    Like

  2. puspasari

    bila mau umroh bagaimana dengan nama saya yang hanya 1 kata,sesuai ktp, apakah di dalam passport nanti saya harus menambahkan 2 kata dari nama almarhum ayah ? kalau demikian halnya berarti nama passport saya nanti tdk sesuai dg ktp, apakah hal ini kelak tdk ada masalah ?
    passport saya yg sdh tidak berlaku masih pakai 1 kata, jadi ntar kalau saya pakai passport baru setelah di check/verifikasi di bea cukai saudi arabia tentunya akan ketahuan ada perbedaan (dulu saya pernah naik haji) dg nama 1 kata sedang sekarang 3 kata. Apakah hal ini tdk menimbulkan masalah. Mohon penjelasan dari pihak2 yg berpengalaman dlm hal ini. terimakasih,

    Like

    • Nin

      Puspasari, jawaban cepat adalah: kalo pernah naik haji (= masuk Saudi) dengan satu nama, mustinya masuk lagi dengan satu nama ga masalah. tapi kalo harus punya tiga nama, ya terserah kamu. Binti itu kan artinya ‘anak perempuan’nya si ‘anu’, jadi kalo pake nama Sriningsih binti Iksan Suharjo, artinya: Sriningsih anak perempuannya Iksan Suharjo. Tapi kalo saya jadi kamu, saya akan pake nama “Sri Ningsih Suharjo” dengan pengertian Suharjo adalah nama keluarga, bukan nama ayah.

      Like

      • puspasari

        trimakasih atas jawabannya, tapi saya masih ingin tanya lagi, memang saya pernah masuk arab saudi waktu naik haji dulu dg nama 1 kata, dulu mungkin belum ada peraturan baru, sedang sekarang sudah ada peraturan bahwa nama di passport harus memakai 3 kata. saya ingin tanya lagi seandainya namanya dulu hanya ,,,,,Iradiningsih…. terus bagaimana membuat jadi 3 kata? (nama orangtua saya….. Idris Dwijoutomo.)
        trimakasih sebelumnya

        Like

I love to hear from you...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s