comments 8

Media Sosial, perlukah?

networking icons

Banyak komentar yang dilakukan orang terhadap mereka yang keranjingan sosial networking, terlepas dari itu sekedar memiliki profile Facebook , lalu Twitter atau bahkan blog yang lebih sulit dari Facebook. Pertanyaannya adalah: ‘apa perlu?’ terutama untuk mereka yang sudah setengah baya seperti saya ini.

Jangan lupa, sebagai manusia sosial kita semua punya naluri untuk mengekspresikan diri dan berkomunikasi, berbagi cerita. Penemu Facebook, Mark Zuckerberg, sangat peka akan hal ini. Itu sebabnya, menurut saya: Media Sosial itu PERLU, dan malah saya anggap penting.

Ini kronologi saya pertama kali membuka komunikasi virtual melalui jejaring internet:
1. Saya membuka akun Flickr, yang merupakan kumpulan foto-foto keluarga yang ditinggal (saya pindah ke Doha, Qatar); maklum waktu itu belum ada Facebook, maksudnya meskipun ‘jauh dimata, tapi saya tetap bisa melihat mereka’.
2. Dari koleksi foto kemudian berkembang menjadi cerita yang saya expresikan dalam bentuk Blog, maksudnya adalah supaya keluarga yang saya tinggal mengetahui apa yang terjadi pada diri saya.
4. Kemudian Facebook muncul dan dengan cepat menjadi trend. Sayapun membuka akun Facebook dan kemudian Ninstravelog Lenscape Photography, dengan harapan cerita saya bisa semakin menjangkau lebih banyak teman dan keluarga yang ditinggal, dan mendapatkan
5. Dari Facebook saya lalu memiliki profile di media yang lainnya, seperti Twitter, Foursquare, Instagram, Tumblr dan masih terbuka untuk terus bertambah.

Dengan memiliki banyak akun di berbagai sosial media, bukan berarti saya ingin pamer dan cuma saya saja yang ingin bercerita. Semua media sosial itu adalah interaktif; “Saya bercerita, anda mendengarkan dan berkomentar” sehingga mereka yang ditinggalpun bisa berkomunikasi melalui ‘social media’ tersebut dengan berbagai cara.

Apa hasil dari usaha saya tersebut?
1. Flickr: tidak ada respons, media ini kemudian menjadi tempat saya menyimpan koleksi foto saya tanpa ada yang peduli. Bahkan adik saya yang seyogyanya juga seorang Photography enthusiast, dia tidak peduli untuk melihat apalagi memberi komentar pada hasil jretan saya.
2. Blog saya berkembang dari mulainya hanya tulisan melulu, sekarang menjadi cerita dan foto-fotonya, harapan saya untuk menjangkau keluarga, relasi, teman dekat dan teman dari teman mungking, tidak pernah tercapai. Dari dua adik saya, hanya satu yang cukup ‘rajin’ berkomentar – dari hampir 300 post, dia berkomentar pada sekitar 20 diantaranya.
3. Facebook mungkin memiliki ranting sukses yang lebih baik. Saya memiliki ‘friend’ lebih dari 300 orang dan masih ada kemungkinan bertambah. Saya memang tidak banyak mempublikasikan komentar yang provokatif dan memberikan respons yang meledak. Tapi saya cukup banyak memberi komentar pada orang dan melihat profile keluarga/relasi/teman dan melihat kabar mereka. Terus terang hasilnya tidak cukup membuat saya sibuk dengan Facebook. Salah satu adik saya memiliki lebih dari 1200 orang yang membuatnya terlalu sibuk dengan teman2 nya, tidak akan punya waktu untuk kakaknya, Adik ya yang lain, anti sosial, temannya tidak lebih dari 50 orang.
4. Nasib akun sosial media saya yang lain, seperti Twitter, Foursquare, Tumblr, Instagram, 500px dll, tidak ada yang seberhasil seperti Facebook memang, tapi saya tetap berceloteh melalui media foto, media blog, dan bahkan melalui geotagging media, seperti Foursquare, Flickr dan Foodspotting.

Kenyataan yang sebenarnya:
Dari ratusan cerita dan foto yang saya upload melalui media sosial, rasanya tidak semua dibaca oleh orang yang saya tuju; meskipun begitu, saya tetap menulis dan berceloteh. Apabila terjadi sesuatu dengan saya, dan mereka yang ditinggal kehilangan jejak saya, sosial media ini legacy saya; jangan salahkan saya dan mengatakan saya tidak pernah bercerita….

Filed under: iJournal, Online Life

About the Author

Posted by

I used to live as an expat and travel around the Middle East. After 10 years working in the Arabian Gulf I am now retired and living in the UK with my British husband but still retain my interests of further travels and exploring new horizons in Europe.

8 Comments

  1. Hani Darusman

    Very well written/expressed……I may not make any comments, but I am a loyal reader of Ninstravelblog…..through which I acquire more kinowledge about the other parts of the world…many thanks for sharing,,,,and please continue

    Like

  2. ade

    wah saya tersindir…. tapi bukanya ga pernah baca lho…. cuma ga pernah komentar aja…. mungkin karena anti sosail sih

    Like

  3. Andi

    Cerita yang bagus!🙂 saya suka blog sebab fasilitas untuk menaruh cerita saya rasa baik, namun kebanyakan orang rame difacebook dengan cerita singkat yang justru riskan mis komunikasi

    Like

  4. Pingback: 2012 | Nins' Travelog

  5. lagi cari2 referensi soal ini dan mampir disini, Nice info mbak. Memang pilihannya balik lagi ke personal-nya untuk apa dia punya suatu akun maya. Tulisan Ini jadi salah satu tambahan info bagi saya
    Have a wonderful day always dan salam kenal mbak🙂

    Liked by 1 person

I love to hear from you...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s