Bandara internasional Nairobi yang terbakar
comments 7

Mendarat di Nairobi

Pada saat saya membuat tulisan ini Kenya/Nairobi baru saja keluar dari kemelut dengan terorisme yang menyerang salah satu mallnya. Kurang dari dua bulan sebelum itu, Kenya mengalami musibah yang cukup memalukan, yaitu terbakarnya  bandara international Jomo Kenyatta, yang mengakibatkan lumpuhnya akses meuju Kenya. Kebakaran ini terjadi cuma 2 hari sebelum kami di jadwalkan mendarat di bandara International Jomo Kenyatta itu. Suami saya sempat kebingungan bagaimana cara masuk ke Kenya, karena safari kami, dari mulai tiket, hotel sampai dengan paket fotografi safari kami di Taman Nasional Masai Mara Kenya semua sudah dibayar; sementara itu kami tidak bisa menghubungi guide kami, karena dia tentunya ada di tengah “hutan” begitu juga kami, masih ditengah belantara Tanzania.

Sementara berita-berita dari internet yang kami baca setiap kali terhubungkan dengan fasilitas wi-fi lodge kami mengatakan bahwa pengunjung mereka-mereka yang dijadwalkan mendarat di bandara Jomoo Kenyatta di alihkan ke berbagai tempat, termasuk bandara International Kilimanjaro, Tanzania… – loh ini kan tempat kami akan berangkat menuju Kenya? – dan lalu mereka menuju Nairobi dengan naik bus.

Untungnya bandara Nairobi sudah dibuka kembali pada hari keberangkatan kami ke Nairobi. Yang tidak dapat saya bayangkan adalah bagaimana bandara tersebut beroperasi pada saat terminal Internationalnya terbakar dan hampir semua sistem tidak dapat berfungsi, terutama jaman sekarang, semua-semua harus dengan sistem komputer.

Seperti sudah diduga sebelumnya, kami tidak mengharapkan ‘sky-bridge’ (belalai/jembatan yang menghubungkan gedung bandara dengan pesawat terbang). Kami harus menggunakan tangga turun dan lalu menuju bus yang mengantarkan kami ke ‘bangunan’ bandara bagian ‘kedatangan’. Tapi ini kan normal, kami menggunakan tangga turun tuk menuju bus jemputan yang mengantarkan kami ke imigrasi – persis sama seperti di Doha. Bandara lama terlihat hitam-hitam bekas kebarakaran dua hari yang lalu dan kami diterima di tenda-tenda yang terletak di permukaan aspal tempat biasanya pesawat parkir (taxing).

Nairobi-6

Suasana di Bandara International Jomoo Kenyatta

Bedanya dengan Bandara Doha, mungkin adalah bahwa segera setelah kami turun dari bus, kami tidak masuk ke gedung/bangunan, tapi kami masuk ke dalam tenda besar yang dimana administrasi kedatangan di laksanakan.

Nairobi-2

Tenda sebagai pengganti terminal kedatangan.

Bagi mereka yang belum memiliki visa dan membutuhkan Visa on Arrival juga di urus disini. Untungnya kami sudah mengurus visa dari Doha, jadi proses ini bisa di lalui dan langsung menuju imigrasi. Wal hasil, proses imigrasi kedatangan internasional di bandara darurat ini juga super cepat, kami tidak lagi perlu melalui koridor yang panjang dan antrian juga jadi lebih cepat. Dalam waktu kurang dari lima menit kami sudah melalui imigrasi dan menginjakkan kaki di ‘tanah Kenya’.

Nairobi-4

Foto tidak begitu jelas, tapi inilah suasana di dalam ‘terminal’ kedatangan sesudah cap imigrasi…

Proses pengambilan bagasi juga super cepat. Kami tidak perlu mengambilnya dari mesin ‘carousel’ seperti layaknya dibandara normal, tapi kami bisa langsung mengambilnya dari box bagasi yang baru saja di turunkan dari pesawat.

Nairobi-3

Petugas bandara dan bekas penumpang bercampur baur mencari bagasi yang baru saja turun dari pesawat

Kurang dari setengah jam setelah kami mendarat, kami sudah diluar dengan pemandangan terminal kedatangan yang hitam terbakar.

Nairobi-1

Wajah terminal International yang hangus terbakar dan karenanya menjadi dis-fungsional.

Karena kami keluar lebih cepat dari rencana kedatangan, tim penjemputan dari agen perjalanan yang seharusnya menjemput kami di bandara pun jadi terlambat untuk menjemput kami dan memaksa kami untuk mondar-mandir mencari nama kami di luar bangunan bandara.

Nairobi-5

Para penjemput yang menunggu diluar dengan nama-nama penumpang.

Melihat kembali sistem organisasi bandara international darurat Jomoo Kenyatta ini, menurut saya keimigrasiannya jadi lebih lancar dibandingkan dengan keadaan normal, yang mana kita harus melalui corridor panjang untuk mencapai meja imigrasi. Beruntung operator terminal Swissport dapat menanggulangi masalah ini dengan sigap.

Tapi disisi lain masalah sekuriti dari Kenya juga terganggu…. itu sebabnya sebulan kemudian teroris Al Shabab mengguncang Nairobi.

Filed under: iJournal, Travel Resources

About the Author

Posted by

I used to live as an expat and travel around the Middle East. After 10 years working in the Arabian Gulf I am now retired and living in the UK with my British husband but still retain my interests of further travels and exploring new horizons in Europe.

7 Comments

    • Nin

      Ini bukan yang pertama, waktu ke London th 2006 juga mirip gini, waktu itu di Heathrow ada teror threat di bandara Heathrow, jadi deh check in nya panjang dan orang pada antre di luar….

      Like

  1. ded

    Mungkin jalan bisa terbuka bagi teroris untuk masuk ke kenya dengan membakar bandaranya terlebih dahulu, sehingga keamanan menjadi lebih longgar.
    So bisa kita lihat efeknya beberapa saat kemudian dengan terjadinya peledakan tsb

    Like

  2. Pingback: Bye-bye 2013 | Nins' Travelog

  3. Hal yang paling kuingat ketika mendarat di sini adalah “bau asem pahit” yang tercium. Tadinya aku pikir bau rempah2, tak taunya bau ketek…Apes!!!

    Like

I love to hear from you...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s